JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di kantor PKK Kota Bandung, Selasa (9/9). Kegiatan ini menghadirkan beragam bahan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan GPM ditujukan untuk menjaga pasokan sekaligus stabilitas harga pangan.
“Kita memangkas rantai distribusi, harga yang dijual dalam GPM bisa lebih murah dibanding pasar,” ungkap Gin Gin di sela-sela kegiatan GPM.
Baca Juga:Lewat AyoKerjo Jateng, Gubernur Siapkan Beragam Lowongan Kerja Lulusan SMA-D2 Periode September-OktoberPerayaan HUT ke-24 Partai Demokrat di DPC Kota Bandung, Berlangsung Sederhana dan Khidmat
Selain beras, GPM menghadirkan komoditas pangan strategis lain, seperti minyak goreng, gula putih, telur, sayuran segar, dan cabai rawit. Sejumlah harga yang ditawarkan di antaranya beras SPHP Rp60 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, gula Rp16.500 per kilogram.
Lalu, bawang merah Rp32.500 per kilogram, bawang putih Rp32 ribu per kilogram, cabai rawit Rp35 ribu per kilogram, telur ayam Rp26 ribu per kilogram, serta daging sapi Rp100 ribu per kilogram.
“Barangnya datang langsung dari produsen, sehingga masyarakat lebih terbantu,” sambung Gin gin.
Produk olahan seperti sosis dan nugget ukuran 250 gram dijual Rp10 ribu, sementara aneka sayuran dan buah-buahan ditawarkan seharga Rp5 ribu.
Pemkot Bandung menyebut GPM tidak hanya menjadi ruang masyarakat membeli sembako murah, tetapi juga bagian dari upaya pengendalian inflasi pangan.
“Kami harap hadirnya GPM menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya.
