Modus Baru Penipuan Dengan Dalih Kelas Merajut, Sudah Transfer Langsung Manghilang

ILUSTRASI kelas merajut yang dijadikan modus baru penipuan (freepik)
ILUSTRASI kelas merajut yang dijadikan modus baru penipuan (freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Para scammer atau penipu, memiliki modus baru dalam melancarkan aksinya. Kali ini yang ditargetkan adalah emak-emak yang berniat mengambil kelas belajar merajut.

Sudah banyak korban yang dirugikan, karena terlanjur mengirim pembayaran biaya kelas merajut, namun tiba-tiba diblokir dan tidak ada kejelasan lagi.

Korbannya bukan hanya dari emak-emak yang mau belajar merajut, namun para perajut profesional yang dicatut namanya juga merasa dirugikan, karena namanya sudah dicemarkan, bahkan ada yang meminta pertanggung jawaban, karena disangka sebagai pelaku penipuan. Tidak berhenti disitu, bahkan para penipu ini berani mengancam.

Baca Juga:Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Akhirnya Terungkap, Polisi Berhasil Tangkap Dua PelakuPintu Air Sukabirus Selesai, Warga Ucapkan Terikasih Pada Kang DS

Salah satunya perajut bernama Gebrina dari akun Instagram @dijah_gebrina, dia membagikan pengalamannya menjadi salah satu korban penipuan yang dicatut namanya. dia juga mengaku mendapat ancaman akan dikirm buzzer untuk menghancurkan usahanya.

“Jadi kemarin sebelum saya posting penipuan ini, ada akun yg ngaku milik perusahaan ini kak, dia mengancam saya juga akan kirimkan buzer untuk hancurkan usaha saya, dan betul tepat sehari setelah saya posting tadi malam, ada no dari Kamboja nyepam ke wa saya dan masuk group komunitas saya mengacau disana,” ujarnya pada Jabarekspres melalui pesan singkat.

Dia menyayangkan sampai saat ini, video promosi atau iklan penipuan itu belum dihentikan, meski sudah membuat pengumuman. Disalah satu unggahannya dia menceritakan, bahwa video asli miliknya di pakai untuk promosi tanpa ijin.

“Mereka memakai video asli karya Gebrina Crochet tanpa ijin,” ungkapnya.

Modusnya adalah dengan mengambil beberapa video dari para influenser rajut yang sudah banyak dikenal, agar mudah meyakinkan para korban, seakan-akan para perajut profesional tersebutlah yang akan mengajari mereka merajut.

Mereka sengaja membuat akun-akun palsu dengan nama mirip, kemudian menawarkan kelas merajut lewat iklan Meta Ads dengan format sama di banyak akun. Promosi ini dilakukan berulang-ulang dengan iming-iming alat bahan merajut akan dikirim gratis.

“Setelah membayar sejumlah uang pendaftaran, mereka meminta transfer terus menerus dengan iming-iming uang akan berlipat ganda dan dikembalikan ke korban, semakin banyak yang transfer semakin banyak pula uang akan kembali. (nyatanya tidak),” tulis akun tersebut.

0 Komentar