Penipuannya terbukti setelah para korban menstransfer uang.
“Setelag korban membayar uang pendafatran, tidak ada link kelas maupun video tutorial rajutan yang dishare.” ungkapnya.
Dari postingan tersebut, kolom komentar langsung ramai hingga kebanjiran koment yang mengaku menjadi korban dari penipuan serupa.
“Saya salah satu korbannya juga..sy bersumpah hidup mereka gak akan tenang.Allah maha kuasa..apa2 yg mereka lakukan terhadap korban akan mereka dapatkan karma nya..Aamiin.😢 ” tulis akun @arvi***
Baca Juga:Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Indramayu Akhirnya Terungkap, Polisi Berhasil Tangkap Dua PelakuPintu Air Sukabirus Selesai, Warga Ucapkan Terikasih Pada Kang DS
“Saya pernah ngalamin juga, pola2 saya dijual sama akun dari luar. Yg bikin gedek, dia jual dengan harga berkali lipat dari harga di Etsy. Bayangin, 1 pola aja $12 dan yg beli banyak 🤦♀️ Awalnya saya heran kenapa penjualan pola di Etsy tuun drastis. Ternyata ada maling yg jual pola2 saya di IG. Begitu saya tau, langsung saya tegur di postingan & DM. Langsung di-block sama orang itu 😂 Mirisnya, dia udah banyak followers lho. Nama IGnya @ panpanpolly (ga bisa sy tag krn diblokir sama dia),” ujar akun @laleh***
“Syukron infona mb dijah 😍..wkt itu juga saya sempat tergiur dgn akun flamora cuma saya diingatkan sama IG hati2 akun palsu krn berganti ganti nama akunnya,akhirnya saya engga teruskan.,” ungkap akun @waru**
“Sering lewat iklan di beranda jg kak ..Maharani .. iming2 penghasilan untuk para crafter akan diberikan bahan baku dan pelatihan gratis untuk membuat produk, setelah itu dikirim ke mereka. Tapi cek history akunnya beberapa kali ganti nama. Lihat komen2 jg ga pernah dibalas.😮 Di iklan jg pakai logo kementrian UMKM dll seolah2 meyakinkan..😱,” sebut akun @by.ken***
Berbagai modus Penipuan baru terus bermunculan, membuat calon korbannya tidak menyadari sedang menjadi target.
Ada beberapa ciri umum yang bisa dipelajari untuk mengetahui penawaran online yang masuk penipuan atau bukan, diantaranya :
1. Menggunakan nama akun yang mirip dengan aslinya dan format iklan juga dibuat sama persis.2. Konten yang dibuat biasanya mengambil konten orang lain yang sudah banyak dikenal atau dipercaya3. Menggunakan kalimat dengan tekanan psikologi, agar secepatnya mentransfer uang, jika belum juga transfer, maka dia akan terus menerus mengejarnya. 4. Tidak ada identitas jelas, kadang menggunakan identitas palsu dengan mencatut nama orang lain5. Promosi atau iklan akan sering muncul di sosial media.
