JABAR EKSPRES – Misteri hilangnya seorang pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang terseret arus Sungai Ciesek, anak Sungai Ciliwung di Cipayung, Megamendung, akhirnya terungkap. Jasad korban ditemukan di Kali Pancoran, Jakarta Selatan.
Korban diketahui bernama Oden Sumantri (47), yang bertugas sebagai sopir bus pegawai di Biro Umum Kemendagri. Ia sebelumnya dilaporkan hilang saat memancing di tebing kolam ikan kawasan Gang Dolar, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
Camat Bojonggede, Tenny Ramdhani, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi dari keluarga terkait penemuan jasad Oden.
Baca Juga:Kejari Cirebon Tahan NA dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Multiyears 2016–2018
“Kecamatan Bojonggede telah menerima info dari keluarga korban (Alm. Bapak Oden) bahwa jasad beliau sudah ditemukan,” ujar Tenny, Senin (8/9/2025).Jasad Oden ditemukan pada Rabu, 9 Juli 2025 di aliran Sungai Kali Pancoran, Jakarta Selatan. Meski awalnya tidak ada ciri fisik yang langsung mengarah pada identitas Oden, pihak Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, melakukan tes DNA.
Hasil tes DNA diumumkan Jumat, 29 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB, yang menyatakan jasad tersebut positif identikdengan Oden Sumantri.
“Hasil tes DNA menyatakan identik. Almarhum telah disemayamkan di TPU Karang Anyar, Perumahan Aneka Gas, pada Sabtu, 30 Agustus 2025, dan dimakamkan pukul 14.00 WIB,” tambah Tenny.
Kepala Biro Umum Kemendagri, Asmawa Tosepu, mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi langsung dengan keluarga korban selama proses pencarian dan akan memberikan dukungan penuh.
“Beliau adalah tenaga pengemudi kami. Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga di lokasi pencarian. Tentu akan ada perhatian dan dukungan dari Kemendagri,” ujar Asmawa, Senin (7/7/2025).Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menjelaskan bahwa Oden sebelumnya telah diperingatkan oleh pengelola kolam ikan, Mukti, untuk menjauh dari tebing karena debit air Sungai Ciesek meningkat.
“Korban tidak mengindahkan peringatan dan akhirnya terbawa longsor. Diduga korban tertimbun atau terbawa arus Sungai Ciesek,” jelas Adam.Penemuan jasad Oden menutup pencarian panjang sejak awal Juli lalu, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana di sekitar sungai dan tebing.
