JABAR EKSPRES – Yamaha dikenal sebagai salah satu produsen motor paling inovatif di dunia. Inovasi mereka di bidang otomotif, terutama pada segmen motor matic, selalu menjadi sorotan. Bahkan pada tahun 2024, Yamaha sempat menghebohkan publik dengan meluncurkan motor turbo yang semakin menegaskan reputasinya sebagai produsen berteknologi maju.
Namun, inovasi tidak selalu berbanding lurus dengan kesuksesan penjualan. Faktanya, ada beberapa motor matic Yamaha yang justru dinilai kurang diminati, bahkan dianggap tidak layak untuk dibeli karena berbagai kekurangan yang cukup mengganggu.
Berikut adalah daftar 7 motor matic Yamaha yang sebaiknya Anda pertimbangkan ulang sebelum memutuskan untuk membeli:
1. Yamaha Mio Z & Mio GT
Baca Juga:Link Alternatif Pengumuman PPPK Paruh Waktu 2025 di Provinsi Jawa Barat, Bukan Lewat SSCASN10 Game Penghasil Uang Terbaru, Bisa Tarik Rp202.000 ke DANA
- Diluncurkan: Mio GT (2013), Mio Z (2016)
- Kelemahan utama: ukuran terlalu kecil bagi pengendara bertubuh tinggi, posisi berkendara tidak nyaman, serta masalah klasik berupa “gredek” pada CVT.
- Catatan: Masalah gredek ini kerap muncul hanya dalam hitungan bulan pemakaian. Jika membeli versi bekas, siap-siap keluar biaya tambahan untuk restorasi CVT.
2. Yamaha Fazzio 125 Hybrid
- Diluncurkan: 2022
- Mesin: 125 cc Blue Core + Hybrid Assist
- Kelemahan utama: bagasi kecil hanya 17,8 L (jauh di bawah pesaing seperti Yamaha Freego dengan 25 L), posisi berkendara terlalu tegak, suspensi keras, serta getaran mesin yang cukup mengganggu.
- Catatan: Desain retro modern memang menarik, tapi faktor kenyamanan masih dipertanyakan.
3. Yamaha Lexi 125
- Diluncurkan: Generasi pertama (2018)
- Mesin: 125 cc, turunan Aerox dengan teknologi VVA
- Kelemahan utama: bagasi hanya 12,8 L (lebih kecil dari Honda Vario 125 yang mencapai 18 L), kapasitas tangki bensin kecil (4,2 L), posisi jok tinggi (785 mm), serta bobot cukup berat (112–113 kg).
- Catatan: Walau tampilannya mirip NMAX versi ekonomis, faktor kenyamanan dan akomodasi masih kalah dibanding kompetitor.
4. Yamaha X-Ride 125
- Diluncurkan: 2017
- Mesin: 125 cc Blue Core
- Kelemahan utama: tangki kecil (4,2 L), rem belakang kurang responsif, stang terlalu ringan sehingga terasa mengambang, serta minim akomodasi karena tidak memiliki laci penyimpanan.
- Catatan: Konsep matic adventure cukup menarik, tetapi kurang diminati pasar karena sisi praktisnya kalah jauh dari motor sekelasnya.
5. Yamaha Fino 125
- Diluncurkan: 2012
- Mesin: 125 cc SOHC Blue Core
- Kelemahan utama: fitur ketinggalan zaman (panel instrumen masih analog), bagasi sangat kecil (8,7 L, jauh dari Scoopy 15 L), serta desain retro yang tidak cocok untuk semua kalangan.
- Catatan: Fino seharusnya menjadi pesaing Scoopy, tetapi justru kalah bersaing karena fitur minim dan desain yang dianggap ketinggalan.
