Dosen Universitas Bhakti Kencana Ajak Warga Mekarrayahu Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi

Dosen Universitas Bhakti Kencana Ajak Warga Mekarrayahu Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi
Dosen Universitas Bhakti Kencana Ajak Warga Mekarrayahu Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi. (foto: Ina S.)
0 Komentar

Penelitian Kartikawati (2023) menegaskan bahwaedukasi melalui kelas posyandu dan praktik PMBA berperan penting dalam peningkatan status gizi balita.

Hasil serupamulai terlihat di RW 04, di mana ibu-ibu balita lebih sadar pentingnya pola makan seimbang bagi anak.

Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat

Kegiatan inimenjadi bukti nyatapenerapan Tri Dharma PerguruanTinggi, khususnya aspek pengabdian masyarakat.

Mahasiswa yang terlibat mengaku memperoleh pengalaman berharga.

Baca Juga:UBK Gelar Pengmas di Desa Citaman: Edukasi Hipertensi dan Pemeriksaan KesehatanMasyarakat SIAP Sehat: Dosen UBK Edukasi Tanggap Darurat dan Perawatan Luka Ringan di Ibun Bandung

Mereka tidak hanya belajar teori gizi di kelas, tetapi juga langsung berinteraksi dengan masyarakat, memahami tantangan nyata, sekaligus melatih keterampilankomunikasi.

“Bagi mahasiswa kebidanan, kegiatan ini terintegrasi denganmata kuliah Asuhan Kebidanan Bayi dan Balita. Sementarama hasiswa keperawatan anestesiologi belajar pentingnya gizi dalam mendukung kondisi pasien,” jelas Ria.

Dengan demikian, program ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memperkaya proses pembelajaran mahasiswa.

Menuju Generasi Sehat dan Bebas Stunting

Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menurut Indriyani et al. (2023), keterlibatan keluarga dalampencegahan stunting melalui kreasi makanan sehat mampu meningkatkan keberhasilan intervensi.

Melalui program ini, tim UBK menegaskan bahwa pemberdayaan keluarga adalahkunci.

Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan dukungan komunitas, keluarga dapat menjadi bentengpertama dalam mencegah stunting.

“Kami berharap program ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Dengan pola makanseimbang, tumbuh kembang anak bisa lebih optimal,” tutup Ria.

Baca Juga:PPPK Paruh Waktu 2025: Cara Cek Nama Honorer yang Diusulkan Lengkap dengan StatusnyaPakai NIK KTP Begini Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2025

Kegiatan pengabdian masyarakat di RW 04 Desa Mekarrahayu menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis keluarga dapat meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap, dan membangun kebiasaan sehat.

Lebih dari sekadar penyuluhan, program ini adalah langkah konkret menuju generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Dengan kolaborasi antara akademisi, kader, tokoh masyarakat, dan keluarga, mimpi Indonesia bebas stunting bukanlah hal mustahil.

0 Komentar