UBK Gelar Pengmas di Desa Citaman: Edukasi Hipertensi dan Pemeriksaan Kesehatan

UBK Gelar Pengmas di Desa Citaman: Edukasi Hipertensi dan Pemeriksaan Kesehatan
UBK Gelar Pengmas di Desa Citaman: Edukasi Hipertensi dan Pemeriksaan Kesehatan. (foto: Novaliana D. S.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Universitas Bhakti Kencana (UBK) kembali menunjukkan komitmennya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) bertema ‘Edukasi Bahaya Penyakit Hipertensi dan Pemeriksaan Kesehatan’ yang dilaksanakan di Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung.

Kegiatan ini dipimpin oleh apt. Abdul Mulki Irpani, M.Farm sebagai ketua tim, dengan anggota dosen Dr. apt. Yani Mulyani, M.Si., Dr. apt. Garnadi Jafar, M.Si., apt. M. Isronijaya, S.Si., M.M., Idar, M.Si., serta Novaliana Devianti Sagita, M.Farm.

Sebanyak 14 mahasiswa lintas program studi turut berpartisipasi dalam pelaksanaan, membantu pemeriksaan kesehatan, pengisian kuesioner, hingga edukasi pola hidup sehat.

Baca Juga:Masyarakat SIAP Sehat: Dosen UBK Edukasi Tanggap Darurat dan Perawatan Luka Ringan di Ibun BandungPPPK Paruh Waktu 2025: Cara Cek Nama Honorer yang Diusulkan Lengkap dengan Statusnya

Berdasarkan hasil kuesioner, masih ditemukan kesalahpahaman di masyarakat terkait hipertensi, misalnya beberapa warga beranggapan bahwa sayur dan buah perlu dihindari, padahal yang benar adalah makanan tinggi garam yang menjadi pemicu utama.

Namun, mayoritas warga telah mengetahui bahwa komplikasi hipertensi dapat mengakibatkan stroke dan gagal ginjal.

Pemeriksaan kesehatan menunjukkan adanya warga dengan tekanan darah di atas normal, seperti 150/94 mmHg dan 162/104 mmHg.

Hal ini menegaskan pentingnya pemantauan kesehatan rutin serta pencegahan sejak dini.

Melalui kegiatan ini, dosen dan mahasiswa UBK menekankan pentingnya pola hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah setidaknya sekali setahun, serta menghindari faktor risiko seperti konsumsi garam berlebih, rokok, alkohol, dan stres.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa hipertensi adalah ‘silent killer’ yang bisa dicegah dengan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin,” jelas M. Isronijaya, S.Si., M.M selaku narasumber edukasi.

Kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa video dokumentasi edukasi hipertensi yang akan dipublikasikan di kanal YouTube resmi UBK, artikel untuk jurnal nasional ber-ISSN, serta poster edukasi yang akan didaftarkan sebagai HKI karya cipta.

Baca Juga:Pakai NIK KTP Begini Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2025Wapres Gibran Digugat Rp125 Triliun, Ini Alasannya

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UBK menegaskan peran pentingnya dalam mendukung kesehatan masyarakat desa sekaligus memperkuat nilai-nilai akademik yang berdampak nyata.

0 Komentar