JABAR EKSPRES – Sejak Jumat, 29 Agustus 2025, aksi demonstrasi yang berlangsung di Kota Bandung kerap berakhir ricuh.
Bentrokan antara massa aksi dan aparat keamanan sering terjadi, bahkan disertai tindakan anarkis saat massa dipukul mundur oleh petugas.
Menanggapi situasi ini, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan akan menelusuri siapa yang berada di balik aksi-aksi tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan.
Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk NegeriĀ
Menurut Rudi, sejak aksi dimulai Jumat lalu, kerusuhan selalu menyertai demonstrasi yang digelar di sejumlah titik di Kota Bandung.
“Dari jejak digital ini kita harapkan bisa mengungkap siapa aktornya, pendananya, dan pihak lain yang terlibat. Mohon doa dan dukungan agar dapat segera terungkap,” kata Rudi di Mapolda Jabar, Selasa sore (2/9).Lebih lanjut, Rudi menyebutkan bahwa polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan beberapa orang yang diduga terlibat. Saat ini, penyelidikan terus dilakukan guna mendalami insiden yang terjadi.
Polda Jabar juga telah meminta bantuan dari Mabes Polri dan tim ahli digital forensik untuk membantu proses pengungkapan dalang kerusuhan ini.
“Karena kami mempedomani undang-undang, peraturan Kapolri, dan instruksi pimpinan. Jika ada yang mengganggu ketertiban umum dengan tindakan anarkis, tentu akan kami tindak sesuai aturan hukum,” ungkapnya.Rudi menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak melarang masyarakat dalam menyampaikan pendapat atau aspirasi. Polisi, kata dia, siap mengawal jalannya unjuk rasa selama dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Silakan berunjuk rasa sesuai ketentuan, dan kita kawal pada waktu yang ditentukan. Tapi jangan sampai melanggar hukum atau melakukan perbuatan anarkis, karena pasti akan kami tindak tegas,” pungkasnya.
