Guru di Madrid Duduki Pusat Budaya, Desak Embargo Senjata Spanyol terhadap Israel

Guru di Madrid Duduki Pusat Budaya, Desak Embargo Senjata Spanyol terhadap Israel
Ilustrasi bendera Palestina (SUMBER FOTO: Freepik/mdjaff)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Puluhan guru di Madrid melakukan aksi protes dengan mengunci diri di dalam Pusat Budaya Circulo de Bellas Artes pada Selasa, menuntut pemerintah Spanyol segera memberlakukan embargo senjata terhadap Israel.

Aksi ini pertama kali dimulai dengan rapat guru yang kemudian berubah menjadi aksi duduk di lokasi tersebut, menurut laporan media lokal El Diario.

“Kami tidak akan pindah dari sini,” tegas Carlos Diez, guru sekolah menengah berusia 63 tahun yang ikut dalam inisiatif Greater Palestine: Education against Genocide. Gerakan ini berhasil mengumpulkan sekitar 60 pendidik serta sejumlah tokoh budaya.

Baca Juga:Tujuh Anggota Brimob Jalani Sidang Etik Usai Insiden Rantis Tabrak Pengemudi OjolEks Menag Yaqut Jalani Pemeriksaan KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Mereka mendesak pemerintah Spanyol segera mengesahkan dekrit penghentian penjualan senjata ke Israel yang sudah lama diumumkan. Selain itu, kelompok ini juga ingin memobilisasi komunitas pendidikan untuk mendukung perjuangan Palestina di tengah serangan militer Israel di Gaza.

Tidak hanya itu, mereka berencana mendorong dewan pendidikan di seluruh negeri agar mengeluarkan pernyataan resmi mendukung embargo senjata, bahkan menuntut pemutusan hubungan diplomatik maupun perdagangan dengan Israel.

Kelompok tersebut juga mengumumkan rencana aksi duduk serupa di berbagai kota lain, termasuk pembacaan publik nama lebih dari 18.500 anak yang menjadi korban tewas di Jalur Gaza.

Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 63.600 warga Palestina dan menghancurkan Gaza, yang kini menghadapi krisis kelaparan.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan.

Israel juga tengah menghadapi tuntutan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresi militernya di Gaza.*

0 Komentar