JABAR EKSPRES – Patroli skala besar kembali digelar oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) bersama unsur TNI di wilayah Kota Bandung.
Kegiatan ini disebut sebagai bagian dari upaya untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, setelah sejumlah kerusuhan terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Namun, langkah tersebut menuai sorotan, mengingat kehadiran aparat dalam jumlah besar kerap diasosiasikan dengan pendekatan represif terhadap warga, terutama dalam situasi unjuk rasa.
Baca Juga:Bangga Eliano Gabung Persib, Ini Pesan Tulus Tijjani Reijnders untuk Bobotoh!Permudah Akses Masyarakat, BSI Agen Siap Layani Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menepis anggapan tersebut dan menegaskan bahwa patroli berskala besar justru dimaksudkan untuk melindungi masyarakat.
“Patroli skala besar ini jangan disalahartikan. Karena tujuannya justru untuk menghadirkan keamanan dan ketenangan,” kata Hendra dalam pernyataan resminya, Rabu (3/9).
Menurutnya, langkah ini bukan inisiatif sepihak aparat, melainkan juga sebagai respon terhadap keresahan publik atas aksi massa yang dianggap meresahkan.
“Bukan aparat yang membuat cemas. Justru warga sendiri yang meminta adanya patroli, karena banyak aksi massa berakhir ricuh sampai dini hari,” klaimnya.
Ia menyebutkan bahwa masyarakat tidak hanya mendukung, tetapi bahkan menunjukkan simpati dengan memberi makanan dan minuman kepada petugas di lapangan.
“Jadi jelas, masyarakat mendukung kegiatan ini. Ini bukan intimidasi, ini perlindungan,” ujarnya menegaskan.
Hendra juga mengatakan bahwa kebijakan patroli besar-besaran ini adalah tindak lanjut dari arahan pimpinan tertinggi negara.
Baca Juga:Narasi Berbeda di UNISBA: Presma Kecam Represif Aparat, Rektor Klaim Gas Air Mata Tak Sasar KampusBentrokan di UNISBA: Polisi Salahkan Anarko, Mahasiswa Kecam Represif Aparat
“Ini arahan langsung dari Presiden, Menhan, Kapolri, dan Panglima. Kehadiran kami jangan ditafsirkan terbalik, kami ada untuk melindungi,” tegasnya.
Sebelumnya, patroli yang dilakukan pada Senin malam (1/9) di Jalan Tamansari, Kota Bandung, sempat berujung bentrokan dengan sekelompok massa.
Kejadian ini terjadi di depan kampus Universitas Islam Bandung (UNISBA), dan menurut pihak kepolisian, dipicu oleh kelompok berpakaian hitam yang disebut sebagai “anarko.”
“Kelompok tersebut menyerang petugas gabungan saat sedang berpatroli. Kami menemukan batu, kayu, serta ban yang dibakar,” ujar Hendra.
Ia menyebutkan, kelompok tersebut bahkan sempat melakukan pengejaran terhadap aparat TNI dan Polri yang sedang melaksanakan patroli.(san)
