Rupiah Diprediksi Lemah Imbas Demo Besar-besaran di Indonesia

Rupiah Diprediksi Lemah Imbas Demo Besar-besaran di Indonesia
Rupiah Diprediksi Lemah Imbas Demo Besar-besaran di Indonesia
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan para pelaku pasar, analis menilai rupiah berpotensi melemah dalam beberapa waktu ke depan, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap situasi demonstrasi di Indonesia.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut tekanan terhadap rupiah cukup besar, meski pelemahannya kemungkinan masih akan terbatas.

“Kekhawatiran investor terhadap demo bisa mendorong rupiah melemah. Namun, dolar AS yang ikut terkoreksi pascadata inflasi PCE dirilis kemungkinan akan membatasi penurunan rupiah,” ujarnya di Jakarta, Senin (1/9/2025).

Baca Juga:Goldmart Rayakan 34 Tahun dengan Kampanye Unbreakable Bond di Bandung Indah Plaza  Perluas Jaringan Akademik, City University Malaysia Gaet Mahasiswa Asal Indonesia

Mengutip laporan Xinhua, inflasi inti AS yang diukur dengan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) tercatat naik 2,9 persen secara tahunan pada Juli 2025.

Angka ini merupakan yang tertinggi sejak Februari 2025. Secara bulanan, inflasi inti AS meningkat 0,3 persen dibanding Juni 2025.

Meski demikian, angka tersebut masih sesuai dengan perkiraan pasar. Hal ini memunculkan optimisme bahwa pemangkasan suku bunga di AS kemungkinan besar akan dilakukan bulan ini.

“Data PCE memang tidak jauh dari perkiraan, tapi investor lebih fokus pada prospek pemangkasan suku bunga yang semakin nyata. Ekspektasi inilah yang sedikit menahan pelemahan rupiah,” jelas Lukman.

Selain faktor global, Bank Indonesia (BI) juga diperkirakan akan terus melakukan intervensi demi menjaga stabilitas rupiah.

“BI tentu tidak ingin gejolak terlalu besar. Jika pelemahan rupiah dibiarkan, dampaknya bisa memperburuk sentimen pasar,” tambahnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp16.400 – Rp16.550 per dolar AS dalam jangka pendek.

Baca Juga:Bejat! Guru Madrasah di Sukabumi Rudapaksa Siswi di Ruang Seni, Aksinya Direkam Berkali-kaliBelajar dari Balita di Sukabumi yang Meninggal Akibat Cacingan, Begini Cara Mencegah Penyakit Tersebut

Kondisi Terkini Rupiah

Pada pembukaan perdagangan hari Senin (1/9/2025), rupiah justru sempat menguat 28 poin atau 0,17 persen ke level Rp16.472 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp16.500 per dolar AS.

Namun, penguatan tipis tersebut dinilai belum cukup untuk menghapus potensi pelemahan lebih lanjut, terutama jika sentimen negatif akibat gejolak politik dalam negeri semakin membesar.

0 Komentar