Belajar dari Balita di Sukabumi yang Meninggal Akibat Cacingan, Begini Cara Mencegah Penyakit Tersebut

Belajar dari Balita di Sukabumi yang Meninggal Akibat Cacingan, Begini Cara Mencegah Penyakit Tersebut
Belajar dari Balita di Sukabumi yang Meninggal Akibat Cacingan, Begini Cara Mencegah Penyakit Tersebut
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kasus meninggalnya seorang balita akibat cacingan di Desa Cianaga, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyita perhatian publik.

Balita malang itu mengembuskan napas terakhir pada 22 Juli 2025, setelah berjuang melawan infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides) yang sudah parah.

Dokter bahkan mengeluarkan lebih dari 1 kilogram cacing dari dalam usus korban.

Baca Juga:Ojol Meninggal Saat Demo di Jakarta, Prabowo Geram dan Perintahkan Usut TuntasRayakan Usia 6 Tahun, KCMTKU Perluas Layanan Styling dan Teknologi

Infeksi tersebut menyebabkan penyumbatan usus hingga komplikasi fatal yang akhirnya merenggut nyawa sang anak.

Balita itu sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD Sekarwangi.

Namun, keterbatasan ekonomi dan masalah sosial keluarga membuat penanganan medis semakin sulit.

Sang ibu dilaporkan mengalami gangguan kejiwaan, sementara ayahnya menderita TBC.

Lebih memprihatinkan lagi, keluarga ini tidak memiliki Kartu Keluarga maupun BPJS Kesehatan, sehingga akses terhadap layanan kesehatan sangat terbatas.

Kasus ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah, pihaknya menilai perangkat desa dan masyarakat sekitar lalai dalam melakukan pengawasan dini terhadap kondisi kesehatan warganya.

Bahkan, sebagai bentuk sanksi, penyaluran dana desa sementara ditunda agar kasus serupa tidak terulang.

Meski terdengar klasik, cacingan pada balita masih menjadi persoalan kesehatan global.

Baca Juga:KKN Tim 14 BKU Gelar 'LENTERA SEHAT': Edukasi Hipertensi dan Teh Rambut Jagung di Mekarwangi BandungWadirut Telkom Tekankan Pentingnya Manajemen Strategik demi Jaga Daya Saing dan Ketahanan Industri

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 1,5 miliar orang atau sekitar 24% populasi dunia terinfeksi cacing parasit yang ditularkan melalui tanah (soil-transmitted helminthiasis/STH).

Kelompok paling rentan biasanya adalah masyarakat dengan sanitasi buruk. Penularannya bisa melalui:

  • Tanah yang terkontaminasi tinja manusia,
  • Sayuran yang tidak dicuci bersih,
  • Air minum yang tercemar,
  • Kebiasaan tidak mencuci tangan sebelum makan.

Jenis cacing yang paling sering menginfeksi manusia meliputi:

  • Cacing gelang (Ascaris lumbricoides),
  • Cacing cambuk (Trichuris trichiura),
  • Cacing tambang (Necator americanus),
  • Cacing benang (Strongyloides stercoralis), yang dikenal paling berbahaya karena sulit diatasi dengan obat.

Gejala Balita Cacingan yang Perlu Diwaspadai

Infeksi cacing sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, bila sudah parah, cacingan bisa menimbulkan masalah kesehatan serius pada balita, seperti:

  • Diare berkepanjangan,
  • Malnutrisi,
  • Gangguan pertumbuhan,
  • Penyumbatan usus hingga memerlukan operasi.

WHO mencatat bahwa telur cacing hanya butuh waktu sekitar 3 minggu untuk berkembang biak dalam tubuh manusia, sehingga penanganan cepat sangat penting.

0 Komentar