Menurut Banu, tawaran dialog sebenarnya sudah diberikan, namun ditolak oleh mahasiswa karena mereka ingin seluruh massa aksi bisa masuk tanpa mengikuti prosedur pengamanan.
“Pada intinya kami siap menerima semua keluh kesah, semua aspirasi mahasiswa yang juga bagian dari masyarakat Kota Bogor. Tapi prosedur keamanan itu juga penting supaya suasana dialog tetap kondusif,” pungkasnya.
