Bandung Belum Beranjak dari Kategori Nindya dalam Kota Layak Anak

Wakil Walikota Bandung Erwin saat melakukan kunjungan ke sekolah. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Wakil Walikota Bandung Erwin saat melakukan kunjungan ke sekolah. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung kembali menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) Republik Indonesia pada tahun 2025 ini. Predikat tersebut menunjukkan bahwa meskipun Bandung telah menunjukkan upaya konsisten dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, kota ini masih belum beranjak dari posisi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Dalam keterangannya, Erwin menegaskan bahwa meskipun predikatnya masih Nindya, hal itu menunjukkan adanya konsistensi dan komitmen dari pemerintah daerah dalam membangun kota yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Masih Nindya. Masih Nindya semua, Alhamdulillah,” ujar Erwin, Kamis (28/8)

Baca Juga:Mau Rambut Kuat dan Indah? Coba 5 Rekomendasi Vitamin Rambut Lokal IniRUPSLB Tetapkan Pengurus Baru, PGN Mantapkan Langkah Strategis di Ekosistem Gas Bumi Nasional

Menurut Erwin, posisi Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat menjadikan kota ini memiliki tanggung jawab moral dan strategis dalam mendidik generasi masa depan. Ia menyebut bahwa keberhasilan membangun Kota Layak Anak tidak hanya terletak pada fasilitas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak anak-anak sebagai bagian dari generasi penerus.

“Kita yakinlah bahwa Bandung ini menjadi kota kembang, kota ibu kota Jawa Barat. Otomatis kita akan full buat anak ini karena ibadah ya. Bisa anak ini kan, saya bilang tadi, bagaimana tujuannya kan menjadi anak yang awaladin sholihin yadullah, anak soleh, yang senantiasa memuliakan orang tuanya,” ungkap Erwin.

Ia menekankan bahwa kunci dari pencapaian ini adalah sinergi antara pendidikan formal, lingkungan sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan budaya lokal.

“Tentunya harus dididik dengan pendidikan yang oke, dan juga akhlakul karimah yang oke juga. Makanya kita ada Bandung Agamis juga. Ujungnya agamis, anak-anak yang emang cerdas,” lanjutnya.

Kategori Nindya dalam penilaian KLA berada satu tingkat di bawah kategori Utama, dan dua tingkat di bawah kategori tertinggi yaitu KLA Paripurna. Untuk naik level, Kota Bandung perlu meningkatkan sejumlah aspek penting seperti kebijakan perlindungan anak, layanan kesehatan, pendidikan inklusif, partisipasi anak dalam pengambilan keputusan, hingga keberadaan ruang-ruang publik yang ramah anak.

0 Komentar