Dalam aplikasi AI Kekayaan Pro, tidak hanya digunakan satu nomor rekening, melainkan banyak nomor berbeda. Sebagai contoh, sebelumnya digunakan rekening dengan nomor belakang 8568, sedangkan saat ini sudah berganti menjadi rekening dengan nomor belakang 5560.
Nomor rekening dengan akhiran 5560 ini ternyata sama persis dengan nomor rekening yang pernah digunakan pada penipuan melalui aplikasi RisetCar, yang kini sudah terbukti sebagai scam. Pada kasus RisetCar, rekening dengan akhiran 8568 juga digunakan. Fakta ini semakin memperjelas bahwa AI Kekayaan Pro merupakan bentuk penipuan investasi bodong.
Selain itu, ditemukan pula aplikasi penipuan lain bernama Nick Group. Mekanisme yang digunakan pun serupa, ketika pengguna melakukan pengisian saldo, rekening tujuan bukan atas nama perusahaan resmi, melainkan atas nama pribadi. Pada aplikasi ini juga muncul nomor rekening dengan akhiran 5560, sama seperti pada AI Kekayaan Pro dan RisetCar.
Baca Juga:Rahasia Harga Mobil Listrik BYD Semakin Murah Setiap Tahun, Bisa Merusak PasarBenarkah Tahlilan Bukan Ajaran Islam? Sejarahnya Terungkap!
Hal ini menguatkan dugaan bahwa AI Kekayaan Pro, RisetCar, dan Nick Group dikelola oleh pihak yang sama, berada di bawah developer yang sama, dan memiliki modus penipuan yang serupa.
Perlu diingat, aplikasi RisetCar sebelumnya sempat sangat viral di Indonesia, bahkan sampai mendirikan kantor-kantor perwakilan. Namun, meskipun saat ini sudah terbukti scam, situs web resminya masih dapat diakses. Fakta ini menjadi peringatan bahwa keberadaan kantor fisik atau situs web aktif tidak menjamin keamanan sebuah aplikasi.
Dengan berbagai bukti tersebut, semakin jelas bahwa aplikasi AI Kekayaan Pro merupakan penipuan investasi bodong. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati.
