JABAR EKSPRES – Pertandingan sepak bola antara Persib Bandung melawan PSIM Yogyakarta pada Minggu, 24 Agustus 2025, berakhir ricuh dan meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola Indonesia. Tagar #BobotohBerduka pun menjadi viral di Twitter (X), memicu pertanyaan publik apa yang sebenarnya terjadi dan benarkah ada korban meninggal dunia?
Laga antara Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, mulai pukul 15.30 WIB. Pertandingan berakhir imbang dengan skor 1-1.
Namun, suasana berubah drastis setelah pertandingan usai. Sekitar pukul 17.30 WIB, rombongan suporter mulai meninggalkan stadion menggunakan bus maupun kendaraan pribadi. Sayangnya, perjalanan pulang itu justru berujung pada kericuhan.
Baca Juga:Federico Barba Segera Diresmikan Persib Bandung untuk Jadi Bagian Musim Ini, Benarkah?Setelah Kastaneer, Persis Solo Bakal Kembali Rekrut Eks Pemain Persib Bandung untuk Super League 2025-2026
Menurut kabar yang beredar di media sosial, kerusuhan dipicu oleh insiden bus rombongan suporter Persib yang disebut menabrak suporter PSIM. Kabar tersebut memicu emosi kelompok suporter tuan rumah hingga bentrokan pecah dan berlanjut hingga malam hari.
Bentrok antar-suporter ini dilaporkan menyebabkan sejumlah orang harus dilarikan ke rumah sakit. Lebih jauh lagi, beredar kabar simpang siur bahwa salah satu Bobotoh meninggal dunia akibat aksi sweeping yang dilakukan di Jogja.
Sebuah unggahan di TikTok oleh akun @kodelsembilanbela menampilkan voice note (VN) yang diduga berasal dari rekan korban. Dalam VN tersebut disebutkan adanya Bobotoh yang tidak selamat setelah terjebak sweeping. Keterangan itu kemudian diperkuat dengan narasi tulisan “VN terakhir korban MD (Meninggal Dunia) karena sweeping Jogja, #BobotohBerduka.”
Meski begitu, hingga kini kabar mengenai korban jiwa tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun rumah sakit. Publik diminta untuk tidak langsung mempercayai isu yang belum jelas kebenarannya.
Tagar #BobotohBerduka kemudian ramai menjadi trending di Twitter. Banyak netizen yang menyuarakan duka dan meminta agar kejadian serupa tidak lagi terulang.
Salah satu unggahan dari akun @Kikysptwn menuliskan imbauan agar suporter tidak sembrono saat datang ke kota orang. Ia juga menekankan pentingnya introspeksi dan menjaga kerendahan hati agar rivalitas suporter tidak lagi merenggut korban.
Meski narasi duka terus bergulir di media sosial, faktanya hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait adanya korban meninggal dunia. Pihak berwenang masih melakukan pendalaman terkait penyebab kerusuhan dan memastikan kondisi para korban yang terluka.
