“Dulu juga sebelum berdiri kios, jalan ini sudah rawan kecelakaan dan kriminal. Bedanya, dulu pedagang cepat memberi laporan. Pasca pembongkaran, laporan lebih sulit diterima sehingga patroli kami intensifkan,” jelasnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa penataan kawasan wisata tidak bisa berhenti pada aspek fisik semata. Jalan yang mulus dan tata ruang yang tertib akan kehilangan makna bila tidak dibarengi jaminan keamanan bagi masyarakat dan wisatawan.
Iwan menegaskan, pemerintah daerah perlu hadir lebih jauh, bukan hanya sebagai penertib, tetapi juga sebagai penjamin rasa aman.
Baca Juga:Penertiban Bangunan Liar di Cimahi Disorot, Warga Pertanyakan Sikap Tebang Pilih PemkotPemkot Bandung Siapkan Skema Penertiban di Arcamanik, 23 Bangunan Liar akan Dibongkar Guna Normalisasi Sungai
“Kerapian penting, tapi keselamatan dan keamanan jauh lebih penting. Wisata Ciater akan berkembang kalau pengunjung merasa nyaman,” tandasnya. (Wit)
