JABAR EKSPRES – Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi tengah bersiap meningkatkan status siaga bencana menyusul adanya eskalasi aktivitas seismik dari Sesar Lembang yang dalam sepekan terakhir memicu tiga kali gempa dengan getaran terasa di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Langkah ini ditempuh sebagai upaya antisipasi terhadap potensi bencana geologis yang bisa berdampak luas bagi masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, menegaskan bahwa Pemkot tidak ingin lengah menghadapi ancaman ini.
Baca Juga:Kasus Balita Meninggal Akibat Cacingan, Menteri PPPA Dorong Aktifkan Kembali Posyandu dan Bidan DesaSemangat Efisiensi, Pemakaian Gas Bumi PGN di Kemenhan dan TNI Jalan Terus
“Jadi kami akan bersiaga, untuk lebih menyiagakan lagi unsur-unsur penanganan bencana secara keseluruhan di Kota Cimahi terkait dengan Sesar Lembang ini,” ujar Fithriandy saat dikonfirmasi, Jum’at (22/8/2025).
Andy sapaan akrabnya, menerangkan peningkatan status siaga bencana ini akan berimplikasi langsung terhadap sistem mitigasi di lapangan.
Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah pendirian posko-posko siaga di titik-titik strategis.
Menurutnya, posko ini akan menjadi pusat koordinasi, sekaligus jalur komunikasi cepat jika terjadi gempa atau bencana turunan lainnya.
“Iya, kesiapsiagaan akan naik satu level, dimana kita akan membuka posko khusus untuk bencana geologikal,” jelasnya.
Selain itu, BPBD Cimahi akan memperkuat koordinasi lintas sektor dengan aparat keamanan, layanan kesehatan, hingga relawan kebencanaan untuk memastikan respons cepat dan terpadu.
Simulasi kebencanaan juga akan digencarkan kembali di sekolah, kantor, lanjut Andy. Sehingga ruang publik, sebagai bentuk edukasi masyarakat agar tidak hanya bergantung pada aparat.
Baca Juga:Gempa Guncang Karawang Selatan, Sejumlah Rumah dan Gedung RusakAkibat Guncangan Gempa Magnitudo 4,9, Satu Mushalla di Bekasi Roboh
Meski pemerintah memperketat kesiapsiagaan, masyarakat diminta untuk tetap tenang namun waspada. Andy menekankan pentingnya langkah mitigasi personal yang bisa dilakukan sejak dini.
“Jangan panik tapi tetap waspada, kenali jalur evakuasi, respon terhadap gempa saat di dalam bangunan, dan lain-lain,” tandasnya.
Data seismik menunjukkan, dalam kurun waktu satu pekan terakhir, Sesar Lembang memicu tiga kali gempa dengan magnitudo rendah. Gempa pertama terjadi pada Kamis (14/8/2025) dengan magnitudo 1,8, disusul gempa kedua pada Selasa (19/8/2025) dengan magnitudo 2,3, dan terakhir gempa ketiga pada Rabu (20/8/2025) dengan magnitudo 1,7.
Meskipun tidak menimbulkan kerusakan, rangkaian aktivitas ini menjadi sinyal penting bahwa potensi pergerakan sesar tidak boleh diabaikan.
