Diprediksi Memiliki Kekuatan hingga 6,8 Magnitudo, Ini Panjang Aktivitas Sesar Lembang Menurut Badan Geologi

Peta lokasi Sesar Lembang di Kawasan Wisata Tebing Keraton di Ciburial, Kabupaten Bandung, belum lama ini. Fot
Peta lokasi Sesar Lembang di Kawasan Wisata Tebing Keraton di Ciburial, Kabupaten Bandung, belum lama ini. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Geologi menyebut bahwa Sesar Lembang diprediksi akan memiliki kekuatan hingga mencapai 6,8 magnitudo jika terjadi gempa bumi.

Menurut Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi, Supartoyo, Sesar Lembang merupakan sesar aktif yang memiliki panjang hingga mencapai 29 kilometer.

“Sesar Lembang panjangnya kurang lebih 29 kilometer, yaitu dari (wilayah) Padalarang hingga Cilengkrang,”katanya, Sabtu (23/8).

Baca Juga:Diduga Terlibat Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta, 4 Pria Ditangkap!Kasus Balita Meninggal Akibat Cacingan, Menteri PPPA Dorong Aktifkan Kembali Posyandu dan Bidan Desa

Dengan demikian, Supartoyo menyebut bahwa masyarakat yang kini bermukim di sekitar aktivitas Sesar Lembang, mau tidak mau harus segera meningkatkan kewaspadaannya.

Sebab, kata dia, dampak dari aktivitas Sesar Lembang ini diprediksi memiliki risiko tinggi, khususnya bagi masyarakat.

“Masyarakat harus tetap meningkatkan upaya mitigasinya, seperti contoh membangun bangunan fisik tahan gempa, kemudian melakukan pelatihan, sosialisasi, simulasi dan memetakan jalur evakuasi. Lalu yang terakhir, adalah sinergi masyarakat yang didukung oleh pemerintah melalui penataan ruang,” ucapnya.

“Jadi ini harus segera diatur di wilayah garis Sesar Lembang, dan juga harus didukung dengan regulasi (dari pemerintah) khusus gempa bumi untuk mengurangi risiko dampak,” sambungnya.

Lebih lanjut, berdasarkan data yang disampaikan, Supartoyo menjelaskan bahwa dampak yang diakibatkan oleh aktivitas Sesar Lembang beberapa kali tercatat memiliki sifat merusak.

Seperti halnya yang terjadi pada tahun 2003 dan 2011, Supartoyo menyebut bahwa dampak dari aktivitas Sesar Lembang telah mengakibatkan adanya kerusakan di Kampung Muril, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

“Itu kekuatannya di bawah 5 magnitudo. Dan di Kampung Muril ini, kekuatannya hanya 3,3 magnitudo, namun menyebabkan ratusan rumah (warga) mengalami kerusakan,” ujarnya.

Baca Juga:Semangat Efisiensi, Pemakaian Gas Bumi PGN di Kemenhan dan TNI Jalan TerusGempa Guncang Karawang Selatan, Sejumlah Rumah dan Gedung Rusak

Maka Supartoyo meminta, agar hal tersebut tidak terulang lagi, masyarakat kini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi aktivitas Sesar Lembang.

“Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan resmi yang didapat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini tengah melakukan berbagai upaya dalam mengantisipasi dampak dari terjadinya gempa akibat aktivitas Sesar Lembang.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengatakan bahwa potensi bencana akibat aktivitas Sesar Lembang tidak bisa dianggap sepele, khususnya di wilayah perkotaan.

“Dampak gempa bisa meluas ke infrastruktur, ekonomi, hingga sosial masyarakat. Karena itu, arah kebijakan kami lebih kepada upaya preventif dan kesiapsiagaan, bukan hanya responsif,” ujarnya, dikutip Sabtu (23/8).

0 Komentar