Perhitungan Standar Hidup Layak di Jakarta, Cukupkah Gaji Rp10 Juta?

Perhitungan Standar Hidup Layak di Jakarta
Perhitungan Standar Hidup Layak di Jakarta. Ilustrasi: Antaranews
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Baru seminggu menerima gaji, saldo di rekening sudah hampir habis. Pernahkah Anda merasakan hal serupa? Begitu gaji masuk, langsung digunakan untuk membayar kos, cicilan, belanja bulanan, hingga mengirim uang untuk keluarga. Tanpa terasa, setengah dari gaji sudah lenyap.

Padahal, rasanya bukan karena boros, tetapi uang tetap saja cepat habis. Apakah ini berarti gaji yang diterima memang tidak mencukupi kebutuhan hidup? Tidak heran jika kini semakin banyak orang mencari pekerjaan tambahan (side hustle). Pertanyaannya, sebenarnya berapa jumlah pendapatan yang cukup untuk hidup di Jakarta?

Setiap orang tentu memiliki pandangan berbeda mengenai standar biaya hidup. Ada yang menilai cukup jika bisa membayar cicilan dan menyisihkan untuk dana darurat. Ada pula yang merasa cukup asalkan kebutuhan makan keluarga terpenuhi.

Baca Juga:13 Rahasia Orang Cina Mengelola Uang hingga Jadi KayaReview Kawasaki KLX 110R 2025: Motor Trail Pemula Desain Sporty Cocok untuk Belajar Offroad

Untuk mengetahui angka yang lebih objektif, Badan Pusat Statistik (BPS) memiliki perhitungan yang disebut Standar Hidup Layak (SHL). Angka ini dihitung berdasarkan pengeluaran minimum seseorang untuk hidup layak, mencakup kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, transportasi, kesehatan, hingga pendidikan.

Standar Biaya Hidup di Jakarta

Di Jakarta, biaya standar hidup layak pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp4,66 juta per bulan per individu, tertinggi di Indonesia. Sebagai perbandingan, rata-rata nasional hanya sekitar Rp1 juta per bulan. Artinya, untuk keluarga dengan empat anggota, standar hidup layak di Jakarta berkisar Rp6,6 juta per bulan.

Namun, jika dibandingkan dengan kenyataan, angka tersebut terasa kurang realistis. Misalnya, untuk anak kos di Jakarta, biaya sewa kamar minimal sekitar Rp1 juta per bulan. Belum lagi makan minimal Rp30.000 per hari dan transportasi Rp20.000 per hari. Totalnya sudah mendekati Rp2 juta per bulan, itu pun dengan gaya hidup yang sangat hemat dan tanpa menghitung kebutuhan lain.

Pendapat para pekerja di Jakarta juga beragam. Banyak yang menilai biaya Rp4,6 juta per bulan jelas tidak cukup. Menurut sebagian pekerja, kisaran Rp7–10 juta per bulan lebih realistis untuk menutupi kebutuhan pokok, sewa tempat tinggal, transportasi, serta sedikit tabungan. Bagi mereka yang tinggal dengan orang tua dan tidak membayar kos, biaya tentu lebih ringan.

0 Komentar