JABAR EKSPRES – Kasus meninggalnya balita berinisial R (3) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 22 Juli 2025 akibat infeksi cacing parah memicu keprihatinan banyak orang.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyoroti kejadian ini sebagai alarm bagi penguatan kembali layanan kesehatan dasar di masyarakat.
“Pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi harus memastikan sinergi kebijakan perlindungan anak berjalan efektif. Masyarakat pun diharapkan ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung layanan kesehatan anak, wujud Kabupaten/Kota Layak Anak harus terlihat mulai dari state terendah, yaitu desa dan kelurahan,”kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Kamis seperti dikutip ANTARA.
Baca Juga:Semangat Efisiensi, Pemakaian Gas Bumi PGN di Kemenhan dan TNI Jalan TerusGempa Guncang Karawang Selatan, Sejumlah Rumah dan Gedung Rusak
Pernyataan ini menanggapi kasus kematian seorang balita perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat, yang menderita infeksi cacingan akut di seluruh tubuhnya.
Dinas Kesehatan juga diminta untuk memperkuat langkah pengawasan dan pencegahan terhadap penyakit menular pada anak.
KemenPPPA turut menyoroti kondisi keluarga korban yang dinilai memiliki keterbatasan, sehingga membutuhkan dukungan sosial yang lebih menyeluruh.
Sebagai bentuk tindak lanjut, Kementerian PPPA akan melakukan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan aparat desa untuk memastikan adanya penanganan cepat terhadap keluarga korban. Selain itu, kementerian akan meninjau kembali sistem perlindungan anak di daerah tersebut untuk mencegah kasus serupa terulang.
“KemenPPPA juga akan menguatkan peran komunitas dan aparat desa melalui edukasi tentang pentingnya pengawasan kesehatan anak dan kebersihan lingkungan, termasuk mendorong program Ruang Bersama Indonesia (RBI) hadir di tingkat kelurahan bahkan desa,”kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.Diketahui, balita berinisial R (4) sempat dirawat di RSUD Sukabumi pada 13 Juli 2025 karena menderita cacingan. Selama penanganan, cacing diketahui keluar dari hidung anak tersebut.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan R mengalami askariasis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang Ascaris lumbricoides.
Dari hasil penelusuran, diketahui ibu korban diduga mengalami gangguan mental sehingga tidak mampu memberikan pengasuhan yang memadai, sementara sang ayah mengidap penyakit tuberkulosis (TB). Keluarga korban juga diketahui tidak memiliki Kartu Keluarga dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sehingga mengalami kesulitan mengakses layanan medis.(Mega/Magang)
