JABAR EKSPRES – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengklaim bahwa pemerintah era Presiden Prabowo Subianto berpihak pada UMKM. Salah satunya melalui program MBG atau makan bergizi gratis.
“Ada yang mengatakan bahwa keberpihakan pemerintah di era Pak Prabowo terhadap UMKM masih belum signifikan, itu salah total,” ujarnya dalam pembukaan Rakornas Kadin Bidang Koperasi dan UMKM di Jakarta, dikutip Rabu (20/8/2025).
Menurutnya pengalokasian anggaran yang mencapai Rp335 triliun untuk Program MBG akan memberikan manfaat signifikan bagi para pelaku UMKM.
Baca Juga:Pertama se-Indonesia, Kabupaten Bandung Resmikan Kantor Bersama Satgas Percepatan Program MBGTingkatkan Layanan Gizi, Pemkab Bandung dan Kadin Resmikan Dapur SPPG di Dayeuhkolot
Hal itu karena, program yang menjadi prioritas Presiden tersebut akan membentuk dapur-dapur umum, yang nantinya dikelola oleh pelaku UMKM.
Nantinya, kata dia, setiap dapur akan melibatkan sekitar 20 pemasok lokal untuk berbagai komoditas, mulai dari telur, ikan, daging, beras, dan sayuran. Setiap dapur akan membutuhkan modal paling sedikit Rp500 juta hingga Rp2 miliar.
Selain itu, ia menyebut bahwa Kementerian UMKM ditugaskan untuk memperluas keterlibatan UMKM dalam ekosistem program pemenuhan gizi tersebut. Dan sejauh ini, kata dia, uji coba di sejumlah daerah menunjukkan hasil positif.
Menurutnya, dengan target 30 ribu dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), akan terjadi perubahan signifikan dalam rantai pasok.
Sebab, kata dia, meski awalnya pemasok akan diperebutkan oleh dapur umum, namun ke depannya mereka akan mencari pemasok yang kemungkinan berasal dari pelaku UMKM.
“Mau tidak mau, ekosistem usaha di level kecamatan dan desa akan dipaksa untuk mulai membuat kolam ikan lele, peternakan ayam, peternakan telur, dan lain sebagainya,” ucap dia.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan Rakornas Kadin ini menegaskan dukungan terhadap agenda pembangunan ekonomi kerakyatan yang menempatkan koperasi sebagai agregator dan UMKM sebagai tulang punggung rantai pasok nasional.
Baca Juga:Bupati Bogor Klaim 500 Dapur SPPG Bakal Tuntas di 2026? Dukung Gizi Anak Sekolah, Dapur SPPG Siap Beroperasi di Kabupaten Bandung!
Anindya mengatakan program Makan Bergizi Gratis menjadi contoh nyata keberpihakan pemerintah, yang menurutnya, mampu menggerakkan setengah triliun rupiah lebih investasi di daerah, melibatkan ribuan dapur umum, serta membuka pasar baru bagi peternak ayam, telur, hingga pemasok buah dan susu di tingkat lokal.
