“Financial close itu bisa sesuai jadwal yakni Desember 2025, maka konstruksi bisa dimulai Januari 2026 nanti,” ujarnya.
Selain itu tahapan legal opinion juga akan dikebut. Pemprov Jabar sudah melakukan koordinasi dengan Kejati Jabar yang akan melakukan pengawalan atas berjalannya proyek itu.
Penandatangan PKS dengan PT JES
Berdasarkan hasil penelusuran, PT JES merupakan anak perusahaan PT United Tractors Tbk (UNTR) yang baru saja didirikan pada Rabu 17 Januari 2024. Untuk bidang usaha PT JES adalah pembangkitan tenaga listrik, serta dan pengelolaan limbah dan sampah tidak berbahaya.
Baca Juga:TPAS Sarimukti Terus Dipaksa Meski Overload, Walhi Jabar Desak Aktifkan Legok Nangka yang Terkatung-KatungBertemu PT JES, Sekda Jabar Nego Percepat Waktu Konstruksi TPPAS Legok Nangka
Sara K. Loebis Corporate Secretary UNTR dalam keterangan tertulisnya Jumat (19/1/2024) mengungkapkan, PT JES merupakan perusahaan patungan PT Energia Prima Nusantara (EPN) PT United Tractors Tbk (UNTR). Selain itu, PT JES juga mendapat dukungan dari Sumitomo Corporation (SC) dan Hitachi Zosen Corporation (HITZ) yang turut serta memberikan penyertaan modal.
“Akta Pendirian No. 02 tanggal 16 Januari 2024. Akta dibuat Oleh Shella Falianti, SH, Notaris di Jakarta,” ujar Sara dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari Emitennews.com, Rabu, (03/07/2024).
PT JES nantinya akan bergerak di bidang usaha mendirikan pembangkit listrik, treatment dan pembuangan limbah dan sampah tidak berbahaya. Untuk komposisi penyetoran modal dan pemegang saham Sarah menyebutkan, EPN telah menyetor modal untuk PT JES sebesar Rp3 miliar.
“Sedangkan penyetoran modal SC sebesar Rp6 miliar dan HITZ senilai Rp1 miliar,” sebutnya.
PT JES sendiri dibentuk untuk fokus ke arah pengelolaan energi baru terbarukan. Meski begitu, Sarah memastikan pendirian perusahaan patungan ini, tidak memiliki dampak apapun terhadap operasional atau kondisi keuangan PT United Tractor, TBK. (son)
