Manajemen Kebun Raya Bogor Bantah Tuduhan Pungli Rp15 Ribu! 

Manajemen Kebun Raya Bogor Bantah Tuduhan Pungli Rp15 Ribu! 
General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zainal Arifin. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Manajemen Kebun Raya Bogor (KRB) membantah adanya praktik pungutan liar (pungli) sebagaimana ramai diperbincangkan di media sosial. Klarifikasi ini disampaikan setelah akun Instagram uc.you mengunggah video yang menyebut dirinya beserta rombongan gathering dikenakan biaya tambahan atau pungli Rp15 ribu per orang karena membawa makanan.

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zainal Arifin, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.

Menurutnya, biaya Rp15 ribu per orang hanya diberlakukan untuk rombongan yang mengadakan acara di area Kebun Raya, dengan jumlah lebih dari 30 orang. Namun ketentuan ini tidak berlaku untuk pengunjung individu.

Baca Juga:Sunset di Kebun Raya Bogor Ajak Gen Z Menjaga Konservasi Alam dengan Cara KekinianIngin Salat Idul Fitri di Kebun Raya Bogor? Ini Info Kantong Parkir dan Imbauannya!

Zainal mengatakan, biaya tersebut dialokasikan untuk menjaga kebersihan setelah acara berlangsung. Pasalnya, kegiatan rombongan kerap meninggalkan banyak sampah.

“Kami tegaskan tidak ada pungli di Kebun Raya Bogor. Rp15 ribu itu dikenakan khusus untuk grup atau komunitas. Tujuannya untuk jaminan kebersihan, perawatan, dan pemeliharaan,” ujar Zainal kepada wartawan di Kebun Raya Bogor, Selasa (19/8/2025).

“Apalagi dalam video terlihat ada lomba-lomba menyebarkan terigu, tentu setelah acara itu harus dibersihkan kembali jadi kami berikan jaminan bahwa itu nanti digunakan untuk pemeliharaan, perawatan, kebersihan setelah acara,” sambungnya.

Peristiwa yang terekam dalam video disebut terjadi pada Senin (11/8). Saat itu, sebuah rombongan karyawan menggelar gathering tanpa konfirmasi sebelumnya kepada pengelola. Kehadiran sound system dan mobil boks pembawa makanan membuat petugas keamanan menanyakan perihal acara tersebut.

“Awalnya mereka datang hanya dua mobil, jadi masih seperti pengunjung biasa yang membeli tiket masuk dan parkir. Namun setelah terlihat ada sound system dan tambahan rombongan datang, baru kami tanyakan apakah ini kegiatan terkonfirmasi atau tidak dan ternyata dijawabnya belum ada konfirmasi kepada pihak kami,” ucapnya.

Ia menegaskan, kejadian ini pun murni akibat miskomunikasi. Karena itu, penting bagi setiap penyelenggara acara yang bersifat rombongan untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan pengelola.

“Kalau ada konfirmasi, kami bisa menjelaskan aturan, mengarahkan area mana yang boleh digunakan, sekaligus memastikan kenyamanan pengunjung lain tetap terjaga terlebih jika datang bersifat rombongan,” ujarnya.

0 Komentar