JABAR EKSPRES – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim harga beras dunia mengalami penurunan signifikan, usai RI tak lagi melakukan impor beras.
“Petani Indonesia tidak hanya menyejahterakan bangsanya sendiri, tetapi juga ikut menjaga stabilitas pangan global,” ujarnya, dikutip Selasa (19/8/2025).
Menurutnya, dengan adanya pencapaian tersebut, Indonesia telah berada di jalur yang tepat sebagai bangsa yang merdeka pangan. Hal itu, kata dia, sejalan dengan rencana pemerintah Indonesia yang tengah bersiap melaksanakan swasembada pangan.
Baca Juga:Produksi Beras Melimpah, Mentan Amran Sebut Bisa Dongkrak Ekonomi Nasional Bulog Pastikan Stok Beras di Kota Bandung Aman hingga 6 Bulan Kedepan
“Tanpa pangan, negara bisa bermasalah. Dengan pangan yang kuat, bangsa ini berdiri tegak. Inilah makna sejati swasembada yang akan direbut tahun ini,” tegasnya.
“Ini hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-80. Kita jadikan momen ini untuk melompat secara eksponensial semua komoditas, khususnya pangan. Insya Allah, tahun ini kita bisa merebut swasembada pangan,” paparnya.
Diketahui, harga beras dunia mengalami penurunan dari USD 460 menjadi USD 370 per ton. Ini adalah level terendah dalam delapan tahun terakhir.
Di sisi lain, Wamentan Sudaryono mengungkap bahwa penurunan harga beras dunia dapat terjadi saat pelanggan utama yang paling banyak membeli tidak lagi melakukan impor, salah satunya yaitu Indonesia.
“Jadi faktor Indonesia tidak impor beras, bagi komoditas beras dunia ini sangat berpengaruh, karena kita adalah salah satu pelanggan impor dengan kuantitas yang terbesar,” kata dia beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Indonesia memang tidak lagi melakukan impor beras sejak awal tahun. Kecukupan produksi menjadi alasan RI tak lagi mengimpor beras pada tahun ini.
Hal itu, kata dia, membuat stok beras dunia menjadi oversupply sehingga harga komoditas mengalami penurunan.
Baca Juga:Wali Kota Bandung Pastikan Stok Beras Medium Aman, Pantau Langsung Distribusi di Pasar dan RetailHarga Beras Naik, Omzet Pedagang di Kota Bandung Malah Turun 60 Persen!
“Begitu tidak impor, beras dunia oversupply, begitu oversupply harga beras dunia turun,” ujar Sudaryono.
Kendati begitu, ia memastikan bahwa penurunan harga beras dunia itu tidak berpengaruh terhadap harga beras nasional. Sebab, seluruh produksi beras Indonesia dilakukan di dalam negeri, sehingga tidak ada masalah dan membuat panen padi menjadi melimpah.
“Kita itu tidak terpengaruh harga beras kita dengan beras dunia, karena produksi semua di dalam negeri, sehingga tidak ada masalah. Panen melimpah,” katanya.
