JABAREKSPRES – Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025 memecahkan rekor penerimaan proposal penelitian terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan. Sejak dibuka pada 4 Juli hingga 15 Agustus 2025, panitia menerima 2.434 proposal.
Untuk menjaga integritas konferensi, setiap proposal diseleksi secara ketat berdasarkan kualitas dan kredibilitas. Hasil seleksi awal mendiskualifikasi 241 proposal karena dokumen tidak lengkap, format tidak sesuai, atau duplikasi kiriman.
Setelah kurasi cermat, tersisa 2.193 proposal valid, mencerminkan ketelitian ilmiah yang menjadi ciri AICIS+.Proposal berasal dari 31 negara, termasuk Australia, Brunei, Kanada, Jerman, India, Indonesia, Iran, Jepang, Libya, Malaysia, Belanda, Nigeria, Pakistan, Singapura, Korea Selatan, Tunisia, Uni Emirat Arab, Inggris, Amerika Serikat, Yaman, Arab Saudi, Kenya, Maroko, Qatar, Tiongkok, Mesir, Swiss, Thailand, dan Uganda.
Baca Juga:Denny Cagur Ajak Mahasiswa Perkuat Nasionalisme melalui Sosialisasi Empat Pilar KebangsaanBalita Terluka Akibat Tiket Gelang di Arena Bermain Sumarecon Mall Bandung
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menyatakan rekor 2.193 proposal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan komunitas akademis internasional terhadap AICIS+ sebagai wadah kolaborasi dan pertukaran ilmu pengetahuan tentang isu global dari perspektif Islam, sains, dan masyarakat.
“Capaian ini membuktikan AICIS+ telah menjadi ruang vital untuk bertukar pengetahuan, membangun kolaborasi, dan membahas isu global melalui perspektif Islam, sains, dan masyarakat,” ujar Prof. Suyitno di Jakarta, Selasa, 19 Agustus 2025.
Proposal yang lolos seleksi berfokus pada tema: Sistem Ekonomi Berkelanjutan dan Kesejahteraan Sosial (240 makalah), Pembangunan Perdamaian dan Krisis Kemanusiaan (215 makalah), Transformasi Sains dan Teknologi (233 makalah), Kesehatan Masyarakat Muslim (113 makalah), serta Industrialisasi, Inovasi, dan Nilai Ekonomi di Era Modern (139 makalah).
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, menambahkan bahwa capaian ini diharapkan memperluas dampak perkembangan sains, teknologi, masyarakat, dan Islam di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Agama dalam menyediakan sarana intelektual bagi generasi penerus.
“Rekor ini menegaskan pengakuan global terhadap Kementerian Agama melalui AICIS+ sebagai simbol kepemimpinan intelektual Indonesia,” tegasnya.
Lonjakan peserta mencerminkan relevansi AICIS+ dalam menjawab tantangan kontemporer melalui perspektif Islam, sains, dan masyarakat. Makalah terpilih akan dipresentasikan pada AICIS+ 2025, yang digelar pada 29-31 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat. Informasi lebih lanjut dapat diakses di https://aicis.uiii.ac.id/. (bbs)
