JABAR EKSPRES – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan pemerintah daerah terus berupaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan stunting dengan memanfaatkan big data serta sejumlah program intervensi.
Menurutnya, saat ini data kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bandung tercatat sekitar 12 ribu jiwa, sementara stunting mencapai 51 ribu kasus.
“Datanya sudah lokus, titik CPCL sudah terdeteksi hingga koordinat. Jadi lebih mudah untuk kita intervensi,” kata Dadang, Senin (18/9/2025)
Baca Juga:Kebakaran Hebat Landa Sebuah Rumah di Lengkong Kota Bandung, Warga Panik Selamatkan DiriBupati Bandung Pastikan Tak Ada Kenaikan PBB, Tunggakan Dihapus Sesuai Kebijakan Gubernur Jabar
Ia menjelaskan penanganan kemiskinan tidak bisa hanya mengandalkan APBD Kabupaten Bandung, melainkan membutuhkan pembagian peran.
“Nanti akan dibagi, berapa yang dibiayai oleh APBN, berapa oleh provinsi, pemerintah daerah, dan desa. Tidak mungkin hanya selesai dari APBD kabupaten saja,” ujarnya.
Bupati menyebut program makanan bergizi gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat sangat membantu percepatan penurunan stunting.
“Di India seluruh masyarakatnya sudah diberikan makanan gratis, di Indonesia baru saat ini. Program ini sangat luar biasa dan kita sambut baik. Insyaallah, angka kemiskinan di Kabupaten Bandung akan berkurang bertahap,” tegasnya.
Dadang juga mengungkapkan setiap tahun angka kemiskinan di Kabupaten Bandung terus menurun.
Ia bahkan menugaskan kepala desa agar fokus menangani kasus di wilayahnya masing-masing.
“Minimal per desa fokus pada 10 orang atau 10 keluarga. Dengan begitu setiap tahun ada progres nyata,” katanya.
Baca Juga:Peringati Hari Kemerdekaan ke-80, Bupati Bandung Ajak Warga Hadapi Indonesia Emas dengan SDM BerkualitasInsiden Kenaikan PBB di Pati jadi Sorotan, Bupati Bandung Pastikan Ikuti Instruksi Mendagri
Berdasarkan indikator makro, Kabupaten Bandung mencatat sejumlah capaian positif. IPM naik dari 74,03 poin pada 2023 menjadi 74,59 poin di 2024.
Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,97 persen menjadi 5,04 persen. Angka harapan hidup naik dari 74,92 tahun menjadi 75,23 tahun. Rata-rata lama sekolah juga naik dari 9,10 tahun menjadi 9,15 tahun.
Selain itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 6,52 persen pada 2023 menjadi 6,36 persen di 2024. Angka kemiskinan berhasil ditekan dari 6,40 persen menjadi 6,19 persen. Sedangkan stunting turun signifikan dari 29,2 persen menjadi 24,1 persen.
“Ini patut kita syukuri bersama. Semua capaian ini tentu hasil kerja bersama dan intervensi berbagai program,” kata Dadang.
Bupati menyebut, upaya percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem dilakukan melalui berbagai program, di antaranya bantuan sosial, program rumah tidak layak huni (Rutilahu), dan program pendidikan Beasiswa Besti untuk mahasiswa berprestasi serta penghafal Al-Qur’an.
