4. Boros BBM
Oli yang kualitasnya buruk atau tidak sesuai spesifikasi dapat menurunkan kompresi mesin. Kompresi yang rendah membuat pembakaran tidak optimal, sehingga konsumsi bahan bakar meningkat.
5. Mesin Jebol atau Turun Mesin
Kerusakan berat seperti mesin jebol atau harus overhaul sering kali terjadi jika menggunakan oli palsu atau oli yang tidak memenuhi standar.
Secara umum, oli dengan spesifikasi viskositas seperti 5W-30, 5W-40, 10W-40, hingga 15W-40 masih dapat saling menggantikan pada mesin bensin konvensional, selama olinya asli dan berkualitas. Namun, mobil-mobil baru dengan spesifikasi khusus seperti 0W-16 atau 0W-20 biasanya dirancang memang untuk oli tersebut, bukan sekadar agar tenaga lebih besar, melainkan karena desain mesinnya dibuat untuk pelumas sangat encer.
Baca Juga:5 Rekomendasi Mobil untuk Mahasiswa dan Pengemudi PemulaCara Membersihkan NIK KTP di SLIK OJK agar Bisa Mengakses Pinjol Kembali
Pentingnya Menggunakan Oli Asli dan Berkualitas
Jika Anda menggunakan oli asli yang sesuai, mesin akan tetap aman. Masalah muncul jika menggunakan oli palsu, ini adalah musuh utama mesin Anda, bukan sekadar merek oli.
Banyak orang menganggap semua oli sama saja, bahkan ada yang bercanda ingin mengisi mesin dengan minyak goreng. Ingat, produsen mobil seperti Toyota, Honda, Suzuki, Daihatsu, atau Mitsubishi tidak membuat peralatan dapur, mereka membuat kendaraan, dan oli mesin dirancang khusus untuk melindungi serta meningkatkan performanya.
Cobalah setidaknya sekali seumur hidup menggunakan oli berkualitas tinggi seperti double ester atau base oil premium. Harganya memang jauh berbeda, oli ester base umumnya di atas Rp350.000 per liter, bukan per 4 liter, tetapi sensasi berkendara dan performa yang dihasilkan pun sangat berbeda.
Pada mesin diesel, perbedaannya terasa bagaikan langit dan bumi. Mesin menjadi lebih halus, bertenaga, dan dingin. Pada mesin bensin pun efeknya signifikan: tenaga meningkat, suara mesin lebih senyap, dan suhu lebih stabil.
Namun, oli premium seperti racing oil atau oli dengan viskositas sangat kental tidak cocok untuk penggunaan harian biasa. Oli yang terlalu kental akan membuat mesin bekerja lebih berat saat kondisi dingin, dan oli balap biasanya dirancang hanya untuk kecepatan tinggi dalam durasi tertentu.
