JABAR EKSPRES – Hari ini Kamis, 14 Agustus, kami ingin memberikan pembaruan terkait perkembangan Risetcar yang kami ikuti beberapa bulan terakhir ini.
Keanggotaan pengguna masih aktif dan mobil yang digunakan dalam program ini juga masih beroperasi. Namun, penarikan dana sudah tidak dapat dilakukan lagi.
Mobil yang sebagian pengguna beli di Atlanta masih berjalan normal. Begitu pula unit yang ada di Los Angeles, masih beroperasi. Namun, di lokasi lain prosesnya terlihat cukup lambat.
Baca Juga:4 Prinsip Membangun Passive Income Agar Bisa Menghasilkan Uang Sambil Tidur NyenyakMasalah Umum Honda Jazz dan Cara Mengatasinya, dari GD3 sampai GK5
Sebelum program ini benar-benar berakhir, pihak pengelola tampaknya berusaha mendorong peserta untuk melakukan deposit tambahan dengan alasan akan ada penarikan terakhir. Proses ini sudah dalam tahap peninjauan sejak Senin, 11 Agustus, berdasarkan informasi dari grup kerja mereka.
Di grup Telegram, mereka terus mengirimkan pesan dan foto untuk meyakinkan anggota agar melakukan deposit lagi. Salah satu narasi yang disampaikan adalah bahwa Risetcar sedang melakukan uji coba di Jakarta.
Menurut mereka, jika peserta menyewa kendaraan di Jakarta, akun akan teridentifikasi sebagai pengguna valid oleh sistem, sehingga penarikan dana bisa diproses. Sebaliknya, jika tidak menyewa kendaraan di Jakarta, saldo dianggap hangus.
Apakah ini penipuan (scam) atau bukan masih belum bisa dipastikan, namun kemungkinan besar hal ini adalah penipuan. Indikasinya, mereka tampak berusaha memanfaatkan kesempatan terakhir untuk mendapatkan dana dari peserta yang masih percaya.
Hasil Investigasi Aplikasi Risetcar
Dalam artikel kami sebelumnya, kami sudah menyampaikan bahwaada pengguna yang mengalami kerugian sekitar Rp1.900.000. Kami menganggapnya sebagai pengalaman berharga, karena memang sudah menduga bahwa ini adalah skema Ponzi atau MLM berkedok investasi.
Mereka juga mengirimkan bukti-bukti, seperti foto anggota yang sudah menerima kendaraan. Namun besar kemungkinan penerima tersebut adalah anggota lama yang berada di level atas skema Ponzi, karena model seperti ini memang menguntungkan pihak yang bergabung lebih awal.
Mereka berusaha membuat peserta yakin untuk kembali melakukan top-up pada kendaraan di Jakarta. Mereka menjanjikan bahwa dengan menyewa kendaraan tersebut, peserta akan menjadi anggota tetap perusahaan, bisa menarik penghasilan setiap hari, dan menerima pembayaran bank dalam 24 jam.
