Awas Penipuan! Nama Sekda Bandung Barat Dicatut untuk Modus Donasi Fiktif

Sekda Bandung Barat, Ade Zakir. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
Sekda Bandung Barat, Ade Zakir. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Ade Zakir, kembali dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Modusnya, pelaku menghubungi calon korban melalui aplikasi WhatsApp dengan dalih memberikan bantuan dana, padahal tujuannya menjerat korban.

Kasus terbaru menimpa pengurus Masjid Sulaeman yang berada di kawasan Mekarsari Eco Living. Seorang pelaku menggunakan nomor 0858-0860-0018 dan mengaku sebagai Sekda KBB. Dalam percakapan yang beredar, pelaku menawarkan bantuan dana donasi yang disebut berasal dari Pemkab Bandung Barat.

Baca Juga:Warga Lebaksari Ngamprah Protes, Janji Penanganan Banjir Cuma RetorikaPeringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, Ini Acara yang Bisa Kamu Ikuti 

Tidak hanya mengaku sebagai pejabat, pelaku juga mengirimkan pesan yang terkesan meyakinkan, seolah-olah proses pencairan dana akan segera dilakukan. Namun, dari penelusuran, nomor tersebut dipastikan palsu.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bandung Barat, Yoppie Indrawan, memastikan bahwa nomor WhatsApp tersebut bukan milik Ade Zakir dan tidak ada hubungannya dengan Pemkab Bandung Barat.

“KBB Saber Hoaks memastikan bahwa nomor WhatsApp 0858-0860-0018 yang beredar adalah palsu dan bukan milik Sekda KBB,” tegas Yoppie saat dikonfirmasi, Rabu (13/8/2025).

Ia menyebut, pelaku mencoba memanfaatkan kepercayaan masyarakat kepada pejabat daerah untuk melancarkan aksi tipu daya.

“Dalam tangkapan layar yang kami terima, pelaku mengaku akan memberikan donasi kepada Masjid Sulaeman. Masyarakat diimbau untuk mengabaikan pesan tersebut dan tidak melakukan interaksi apa pun,” jelasnya.

Yoppie menegaskan, Pemkab Bandung Barat tidak pernah menghubungi masyarakat untuk memberikan bantuan dana melalui jalur pribadi, apalagi meminta data atau imbalan tertentu.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak menanggapi permintaan atau janji uang dalam bentuk apa pun. Jangan pula menyebarkan informasi menyesatkan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:RS Hasan Sadikin Gunakan Gaslink CNG dari PGN Gagas, Pelayanan Kesehatan Kini Lebih Efisien dan Ramah LingkungKomitmen dalam Pemenuhan Hak Anak, Jateng Kembali Diganjar Penghargaan Provinsi Layak Anak 

Ia juga meminta warga proaktif melapor jika menemukan pesan serupa. Laporan dapat disampaikan langsung ke KBB Saber Hoaks agar segera dilakukan klarifikasi dan penindakan.

Kasus pencatutan nama pejabat bukan kali pertama terjadi di KBB. Beberapa bulan sebelumnya, modus serupa sempat mengatasnamakan pejabat lain dengan iming-iming bantuan atau proyek. Para pelaku memanfaatkan nomor telepon baru yang tidak terdaftar di kontak korban, lalu membangun percakapan yang membuat calon korban percaya.

0 Komentar