“AS terus melindungi kepentingan zionis. Kami minta masyarakat Indonesia tak hanya bersuara di media sosial, tapi juga boikot produk pro-Israel, donasi, dan doakan kemerdekaan Palestina. Bandung akan jadi mercusuar perjuangan ini,” serunya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Aksi, Iwan Gunawan, memastikan aksi ini akan menjadi pernyataan sikap tegas rakyat Bandung. “Kami menargetkan 50 ribu massa dari seluruh lapisan masyarakat, tokoh, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas lintas agama untuk bergabung dalam long march dari Pusdai, melintasi Gedung Sate, Check Point di Braga, hingga Gedung Merdeka,” ungkap Iwan.
Iwan menjelaskan, aksi akan diwarnai orasi yang menggugah, teatrikal yang menyentuh hati, pembacaan testimoni korban genosida, doa bersama, serta penggalangan dukungan moral dan material.
Baca Juga:Bandung Tertinggal dari Jakarta: Angkot Pintar Solusi atau sekadar Wacana?Tim Dospulkam IPB Ajarkan Ibu-Ibu Desa Sulap Sampah Jadi Pupuk Cair Organik
“Ini bukan sekadar aksi, tapi jeritan kemanusiaan untuk Palestina. Kami mengundang semua elemen untuk bersatu, menunjukkan kepada dunia bahwa Bandung tak pernah diam terhadap ketidakadilan. Mari suarakan dukungan, boikot produk pro-Israel, dan doakan rakyat Palestina hingga mereka merdeka,” ajak Iwan.
Dengan target 50 ribu massa yang siap memenuhi jalanan, Bandung akan mengukir sejarah sebagai kota yang lantang menentang genosida dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Dari Bandung untuk dunia: Stop genosida, bebaskan Palestina” demikian seruan yang akan menggema, membawa harapan bagi rakyat Palestina yang terus berjuang di tengah derita. (tur)
