JABAR EKSPRES – Pemprov Jakarta kembali membuka peluang emas bagi masyarakat yang ingin mengabdi sebagai Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Setelah sebelumnya merekrut petugas PPSU, kini giliran formasi Damkar yang mulai direalisasikan demi memenuhi kebutuhan personel di seluruh wilayah Ibu Kota.
Berdasarkan informasi resmi, pendaftaran dibuka pada 12–14 Agustus 2025. Proses seleksi ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 1.000 personel yang akan disebar ke berbagai wilayah administrasi DKI Jakarta.
Distribusi kuota terbanyak akan diberikan untuk:
- Jakarta Timur: 219 petugas
- Jakarta Selatan: 211 petugas
- Jakarta Barat: 212 petugas
- Jakarta Pusat: 22 petugas
- Jakarta Utara: 181 petugas
Meski terbuka untuk umum, Pemprov Jakarta memprioritaskan pelamar yang merupakan warga dari masing-masing wilayah penempatan.
Baca Juga:Apakah Aplikasi VDM Aman atau Penipuan Berkedok Investasi? Ini FaktanyaAngsuran KUR BRI 2025 Mulai Rp77 Ribu Untuk Pinjaman 100 Juta
Profesi Damkar bukanlah pekerjaan biasa. Tugas mereka menuntut fisik yang prima, mental yang kuat, dan keberanian tinggi. Oleh karena itu, calon peserta wajib memenuhi sejumlah kriteria berikut:
1. Jenis Kelamin:
- Umumnya untuk laki-laki
- Perempuan tetap berpeluang mendaftar dan berkontribusi
2. Kartu Tanda Penduduk (KTP): Harus sesuai domisili tempat tinggal
3. Usia: Minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran
4. Tinggi Badan Minimal: 157 cm untuk semua pelamar
5. Pendidikan: Minimal SMA atau sederajat
6. Dokumen Wajib:
- Surat Keterangan Sehat
- Surat Keterangan Bebas Narkoba
- Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
- Pas foto terbaru ukuran 3×4 dengan latar merah dan mengenakan jas
7. Surat Pernyataan Khusus:
- Tidak memiliki fobia ketinggian
- Tidak memiliki fobia tempat sempit atau ruangan tertutup
Calon pelamar bisa mengakses situs resmi Pemprov DKI Jakarta atau Dinas Pemadam Kebakaran untuk mendapatkan detail persyaratan, alur pendaftaran, dan dokumen yang diperlukan.
Pekerjaan sebagai petugas Damkar bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan nyawa, mengevakuasi korban, hingga menghadapi situasi berisiko tinggi. Karena itu, hanya mereka yang benar-benar siap secara fisik dan mental yang akan lolos seleksi.
