JABAR EKSPRES – Pemerintah Indonesia memanfaatkan momentum diplomatik 50 tahun hubungan RI–Peru untuk membuka jalan lebih luas bagi ekspor produk pertanian nasional ke kawasan Amerika Latin.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/8), Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra sepakat memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor, terutama ketahanan pangan dan pertanian.
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kerja sama Indonesia–Peru akan difokuskan pada pengembangan pertanian cerdas, peningkatan kapasitas SDM pertanian, serta perluasan akses pasar untuk produk ekspor unggulan.
Baca Juga:Hunian Bernapas Alam, The Emeralda Resort Padalarang Tawarkan Harmoni dan KemewahanDi tengah Tekanan Global, Pasar Modal Indonesia Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
“Harapannya hubungan yang terjalin dapat mendorong kemitraan yang saling menguntungkan bagi kedua negara,” kata Mentan dikutip dari ANTARA, Selasa (12/8).
Sejumlah inisiatif telah disepakati dalam kerangka Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama pertanian yang ditandatangani sebelumnya. Implementasinya mencakup pengembangan teknologi pertanian cerdas (smart agriculture) dan kerja sama pelatihan teknis.
“Momentum ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan ekspor produk unggulan pertanian kita,” ucap Mentan.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Per Dina Ercilia Boluarte Zegarran menjadi momen bersejarah, sekaligus kunjungan pertama Presiden Peru ke Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, kedua negara juga menyambut penandatanganan Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang rampung hanya dalam 14 bulan.
Perjanjian ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia dan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai perdagangan kedua negara, termasuk di sektor pertanian dan pangan.
Presiden Prabowo menegaskan kemitraan strategis ini akan diiringi dengan kolaborasi di bidang lain seperti pemberantasan perdagangan illegal, pertambangan, transisi energi, perikanan, serta pertahanan.
Baca Juga:Harga Gula Anjlok, Danantara Siap Suntik Dana Rp1,5 Triliun Stabilkan HAP Petani Polisi Hentikan Proses Hukum Nany Widjaja Terkait Dugaan Kasus Penggelapan Jabatan
“Kami yakin ke depan, Indonesia dan Peru akan semakin bekerja sama secara produktif dan saling menguntungkan, termasuk untuk memastikan ketahanan pangan rakyat kita,” ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra mengatakan kerja sama pertanian dan pangan ini sebagai sektor strategis.
Ia mengatakan, Peru merupakan salah satu pengekspor utama buah segar dan superfood dunia seperti quinoa, chia, dan blueberry.
