JABAR EKSPRES – Pemerintah terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan peluang ekspor ke kawasan ASEAN, terutama melalui platform niaga elektronik.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya strategi digital dalam memperluas pasar UMKM, seiring momentum ASEAN Online Sale Day (AOSD) 2025 yang berlangsung pada 8–10 Agustus.
Mendag mengajak pelaku usaha Indonesia untuk selalu membidik pasar ekspor dan menunjukkan potensi produk-produk lokal di pasar global. Menurutnya, sinergi semua pihak diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.
Baca Juga:Perluas Pasar Ekspor, Kadin Optimis Perdagangan Indonesia dengan Eropa-AS Capai 100 Miliar Dollar Bulog Cirebon Perkuat Cadangan Beras Nasional, Petani Antusias Jual Gabah Setelah HPP Rp6.500/kg
“Kami harap para pelaku UMKM dapat lebih mengenal pasar negara ASEAN. Kita juga perlu mengoptimalkan momentum AOSD 2025 untuk membawa UMKM Indonesia agar lebih dikenal di pasar global,” ujar Budi, dikutip dari ANTARA, Jumat (8/8).
Ia menegaskan pentingnya peran niaga elektronik (e-commerce) dalam mendukung ekspor, untuk memfasilitasi produk UMKM Indonesia, bahkan ke luar kawasan ASEAN.
“Sinergi ini penting dalam mendukung program Kemendag, yaitu UMKM BISA Ekspor. Diharapkan kolaborasi ini dapat terus diperkuat,” kata Budi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Wijaksono berharap kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat dan mendukung program UMKM BISA ekspor.
Dalam hal ini, sejak 2020 Kemendag sudah menjadi Satuan Tugas sekaligus badan pelaksana AOSD. Kemendag juga berperan aktif dalam meningkatkan komitmen perwujudan pemulihan ekonomi kawasan, khususnya melalui e-commerce.
“Kami menekankan pentingnya peran e-commerce dalam meningkatkan pertumbuhan dan daya saing UMKM di Indonesia,” jelas Djatmiko.
