JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus melakukan inovasi dalam pengelolaan parkir di wilayah kota, khususnya dalam upaya modernisasi sistem pembayaran dan pengawasan. Salah satu terobosan terbaru adalah uji coba alat digital parkir handheld yang mulai diterapkan di sejumlah titik strategis pusat kota.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, menjelaskan bahwa meski sebagian mesin parkir konvensional masih berfungsi dan digunakan, Dishub kini sedang fokus melakukan pengujian sistem baru berbasis alat digital handheld yang lebih fleksibel dan efisien.
“Mesin parkir yang lama masih digunakan di beberapa lokasi seperti di kawasan Asia Afrika, Braga, dan jalan-jalan sekitar Banceuy dan ABC. Tapi sekarang kami juga sedang coba sistem baru pakai alat handheld, yang dioperasikan langsung oleh juru parkir,” ujar Rasdian, Senin (11/8).
Baca Juga:Penertiban Parkir Liar di Kota Bandung, Dishub: Setiap Hari Ada Tindakan, Ratusan Kendaraan TerjaringNgeyel Parkir di Badan Jalan, Siap-siap Digembok Dishub KBB!
Alat handheld yang diuji coba ini memiliki tampilan dan fungsi menyerupai ponsel pintar. Namun, perangkat ini dilengkapi dengan fitur yang dapat mendeteksi nomor kendaraan, mencatat waktu parkir, serta langsung mencetak struk pembayaran secara digital. Struk tersebut juga dilengkapi dengan barcode untuk keperluan tambahan, seperti sistem insentif dan verifikasi data.
“Alat ini mirip HP, tapi fungsinya khusus untuk parkir. Saat kendaraan parkir, juru parkir akan memindai dan mencatatnya, lalu keluar struk dengan informasi kendaraan dan waktu parkir. Pembayaran juga bisa dilakukan langsung lewat sistem digital, salah satunya pakai QRIS,” jelas Rasdian.
Sistem ini dirancang untuk digunakan oleh juru parkir resmi yang telah dilatih. Sementara ini, Dishub masih dalam tahap sewa alat, bukan pembelian, sebagai langkah awal evaluasi efektivitas sistem.
Uji coba alat handheld ini difokuskan di sejumlah lokasi parkir di pusat kota, yaitu kawasan Asia Afrika, Naripan, Braga, dan Jalan ABC. Ketiga kawasan ini merupakan titik parkir dengan volume kendaraan cukup tinggi, sehingga cocok dijadikan pilot project sistem parkir digital ini.
“Kita mulai dari pusat kota dulu. Ada tiga kategori titik parkir: pusat kota, pinggiran, dan perbatasan. Saat ini kita fokus uji coba di titik pusat kota saja, karena tingkat aktivitas dan arus kendaraan di sana sangat tinggi,” ujar Rasdian.
