Dishub Bandung akan melakukan evaluasi berkala selama 1-3 bulan ke depan untuk menilai keefektifan sistem ini, baik dari sisi teknis, kenyamanan pengguna, maupun penerimaan masyarakat terhadap metode pembayaran digital.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam sistem parkir digital ini, Pemkot Bandung juga tengah mengembangkan skema insentif berbasis undian bagi pengguna yang membayar secara sah dan tercatat melalui sistem handheld tersebut.
“Jadi setiap struk yang keluar itu punya barcode. Nantinya pengguna bisa scan barcode tersebut dan secara otomatis masuk ke sistem undian. Hadiahnya bisa bermacam-macam, dari barang ringan seperti dispenser, atau hadiah menarik lainnya,” kata Rasdian.
Baca Juga:Penertiban Parkir Liar di Kota Bandung, Dishub: Setiap Hari Ada Tindakan, Ratusan Kendaraan TerjaringNgeyel Parkir di Badan Jalan, Siap-siap Digembok Dishub KBB!
Ia menekankan bahwa langkah ini bukan semata untuk hadiah, tapi untuk membangun kesadaran dan kebiasaan tertib membayar parkir di lokasi resmi yang dikelola pemerintah.
Rasdian juga menjelaskan bahwa sistem handheld ini disebut akan menggantikan mesin parkir lama, namun prosesnya dilakukan perlahan mengingat nilai investasi pengadaan perangkat yang cukup besar.
“Mesin parkir itu harganya tidak murah, jadi kita lakukan secara bertahap. Mulai dari pusat kota dulu, sambil melihat efektivitasnya. Kalau hasil evaluasinya bagus, kita akan perluas ke lokasi lain,” pungkasnya.
Dengan sistem baru ini, Pemkot Bandung berharap pengelolaan parkir menjadi lebih transparan, akuntabel, dan modern, serta mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir. (Dam)
