Dari Kampus untuk Desa, KKN BKU 2025 Gaungkan Perubahan Nyata

Dari Kampus untuk Desa: KKN BKU 2025 Gaungkan Perubahan Nyata
Rektor Bhakti Kencana University (BKU) Entris Sutrisno (Tiga Kanan) dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi (Ketiga Kiri) saat melepas mahasiswa KKN BKU 2025, Senin (11/8)
0 Komentar

Program kerja (proker) yang dijalankan selama KKN dirancang dengan dua pendekatan: identifikasi masalah langsung di masyarakat dan implementasi kompetensi akademik mahasiswa. Program ini tidak hanya mencakup edukasi kesehatan, tetapi juga meliputi penguatan pendidikan, keagamaan, pemberdayaan ekonomi, hingga pengelolaan lingkungan.

“Salah satu contoh adalah kesehatan. Bagaimana kita mengedukasi kepada masyarakat desa pentingnya menjaga kesehatan supaya tidak terkena penyakit, supaya tidak sakit. Karena kalau sudah sakit tentunya penanganannya akan berbeda. Lebih baik kita preventif menjaga supaya tetap hidup sehat. Dan kemudian juga program-program lain,” ungkapnya.

Mahasiswa dari berbagai fakultas digabungkan dalam satu tim lintas keilmuan, sehingga program yang dijalankan lebih holistik. Adapun fakultas yang terlibat meliputi Fakultas Farmasi, Fakultas Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, serta Fakultas Sosial.

Baca Juga:Gagal di Community Shield, Van Dijk Akui Liverpool Belum Siap Jaga TahtaJay Idzes Tembus Serie A Lagi: Resmi Gabung Sassuolo, Siap Hadapi Juara Bertahan!

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, menilai kegiatan KKN BKU sejalan dengan visi Pemprov Jabar, terutama dalam upaya pembangunan desa dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kami melihat bahwa kegiatan seperti KKN ini jangan hanya berhenti di level kampus. Ini bisa menjadi bagian dari program pembangunan terintegrasi. Mahasiswa bisa menjadi agen perubahan, bahkan influencer di tengah masyarakat desa,” kata Ade.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung agenda provinsi, seperti program kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, dan gaya hidup sehat yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Barat.

“Contoh paling sederhana: edukasi memilah sampah dari rumah. Kalau hanya mengandalkan pemerintah, akan sulit menjangkau seluruh desa di Jabar yang jumlahnya lebih dari 5.000. Maka, sinergi dengan kampus seperti UBK ini sangat penting,” tambahnya.

Ketua Pelaksana KKN 2025, M. Ramadhan Saputro, menyebutkan bahwa kegiatan KKN berlangsung selama sekitar 30 hari, dimulai sejak awal Agustus 2025.

Mahasiswa diberangkatkan ke lokasi secara bertahap sejak Sabtu (9/8) hingga Senin (11/8), menggunakan fasilitas transportasi yang disediakan kampus.

“Total ada sembilan desa di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung yang menjadi lokasi KKN kali ini. Kami juga memberangkatkan mahasiswa ke beberapa daerah luar Jawa Barat melalui koordinasi dengan kampus cabang,” jelas Ramadhan.

0 Komentar