Portofolio akan menunjukkan bagaimana cara Anda bekerja, seperti apa hasil kerja Anda, serta di mana saja Anda pernah bekerja sebelumnya. Oleh karena itu, langkah paling minimal yang bisa Anda lakukan adalah membangun portofolio digital.
Saran kami, bangunlah personal brand atau bisnis kecil atas nama Anda sendiri. Dengan begitu, Anda akan memiliki kontrol penuh terhadap brand tersebut: mulai dari lalu lintas pengunjung (traffic), pemasukan (revenue), hingga pengeluaran (cost). Ini juga bisa menjadi sarana pembelajaran membangun dan mengelola bisnis secara mandiri.
2. Tingkatkan Kemampuan (Upskilling)
Selanjutnya, penting bagi Anda untuk terus melakukan upskilling. Kemampuan yang relevan hari ini bisa saja menjadi usang dalam waktu singkat, bahkan kalah bersaing dengan teknologi seperti ChatGPT, Gemini, Claude, atau model AI lainnya.
Baca Juga:Berhenti Berhemat, Ini 7 Cara Realistis Dapat Rp1 Miliar Pertama Tanpa Warisan4 Cara Mendapatkan Rp100 Juta Pertama Tanpa Modal yang Bisa Anda Coba Sekarang
Maka dari itu, Anda perlu terus belajar hal-hal baru. Anda bisa memanfaatkan kursus daring (online course), proyek kecil, atau sekadar mencoba teknologi-teknologi baru yang sedang berkembang.
3. Kuasai Alat Kerja Digital
Menguasai tools kerja digital juga bagian dari proses upskilling. Jangan sampai tertinggal hanya karena tidak mengikuti perkembangan teknologi.
Minimal, selain menonton konten edukatif, Anda juga perlu menonton video-video seputar AI, teknologi digital, serta topik-topik seperti kripto dan Web3, bagaimana hal-hal tersebut berpotensi mengubah industri keuangan dan berbagai sektor lainnya.
4. Bangun Networking
Networking yang baik bisa menjadi sumber proyek dan peluang kerja baru. Di video berikutnya kami juga akan membahas pentingnya magang dan organisasi, karena keduanya bisa membuka jaringan yang sangat bermanfaat untuk karier Anda.
5. Bangun Sistem Kerja yang Efisien
Terakhir, Anda perlu membangun sistem kerja yang efisien dan terukur. Di era gig economy seperti sekarang, Anda tidak bisa hanya mengandalkan Google Sheet atau Microsoft Excel. Itu sudah tidak cukup lagi.
Kini sudah banyak tools yang bisa membantu Anda mengelola klien, stok barang, laporan keuangan, hingga manajemen proyek. Penggunaan tools yang tepat akan menghemat waktu, meminimalisir kesalahan, dan memudahkan proses pelacakan data.
