Pekerjaan Tetap Akan Hilang Pada 2030, Ini 5 Strategi Bertahan di Era Gig Economy

Era Gig Economy
Era Gig Economy
0 Komentar

Dari Sudut Pandang Karyawan

Di era ini, karyawan dituntut lebih dari sekadar mampu menyelesaikan pekerjaan. Melakukan tugas sesuai deskripsi kerja (job description) saja tidak cukup. Jika tidak berkembang, Anda akan mudah tergantikan, bahkan bukan oleh manusia, melainkan oleh teknologi atau kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Future of Jobs dari World Economic Forum (WEF), sekitar 60% pekerjaan akan membutuhkan keterampilan baru. Kemampuan kognitif dan penguasaan teknologi menjadi dua hal paling penting. Bisa jadi, pekerjaan Anda saat ini sudah mulai tergeser dan berpotensi punah sebelum tahun 2030, bahkan mungkin pada 2027.

Yang dicari kini bukan siapa yang paling rajin, tetapi siapa yang paling adaptif, siapa yang cepat belajar, mahir menggunakan perangkat digital, dan memahami cara kerja yang efisien.

Baca Juga:Berhenti Berhemat, Ini 7 Cara Realistis Dapat Rp1 Miliar Pertama Tanpa Warisan4 Cara Mendapatkan Rp100 Juta Pertama Tanpa Modal yang Bisa Anda Coba Sekarang

Di masa sekarang, teknologi bukan lagi tanggung jawab tim IT atau hanya mereka yang berlatar belakang teknis. Semua orang dari berbagai bidang pekerjaan dituntut untuk memahami teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) dan berbagai alat bantu digital (tools). Tak peduli apa latar belakang profesinya, setiap orang harus mulai melek teknologi.

Artinya, Anda harus bisa memanfaatkan alat bantu digital untuk meningkatkan produktivitas, bukan justru kebingungan setiap kali dihadapkan dengan hal baru. Jika sampai saat ini Anda masih merasa kesulitan atau enggan belajar teknologi baru, atau bahkan belum mulai menggunakan tools digital, maka bersiaplah untuk tertinggal.

Karyawan yang menguasai teknologi akan lebih mudah mendapatkan beberapa pekerjaan sekaligus. Mereka bisa “menjual” keahlian mereka, tentu dalam arti positif, melalui platform freelance, membangun personal brand, memanfaatkan AI dan algoritma untuk meringankan pekerjaan, mulai dari menyusun rancangan kerja, mengatur jadwal, hingga menciptakan sistem kerja sendiri melalui tools otomatisasi.

Membuat website, misalnya, kini bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit. Anda tidak perlu lagi menjadi pekerja yang dikendalikan oleh pekerjaan, justru Anda yang bisa mengatur alur kerja Anda sendiri.

Salah satu contoh platform yang sedang naik daun adalah Odoo. Platform ini memungkinkan Anda membuat website tanpa perlu kemampuan coding atau langkah yang rumit. Anda hanya perlu membuka situs odoo.com, membuat akun gratis, memilih modul website builder, menjawab beberapa pertanyaan, dan AI dari Odoo akan langsung membantu Anda membuat website secara otomatis. Prosesnya cepat dan mudah.

0 Komentar