Setelah Arcamanik, Giliran Bangli di Bantaran Sungai Panyileukan Ditertibkan

Setelah Arcamanik, Penertiban Bangli di Bantaran Sungai Bakal Kembali Dilakukan di Wilayah Panyileukan
Permukiman padat penduduk di bantaran sungai di kawasan Pasar Ancol, Kota Bandung, Kamis (7/8). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPERS — Setelah melakukan monitoring pada bangunan liar (bangli) yang banyak berdiri di bantaran sungai Susukan Jangkung, Arcamanik sebelumnya. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini bersiap menyasar kawasan Panyileukan.

Fokus utama penertiban kali ini masih sama, yakni rumah-rumah yang berdiri di atas maupun di bantaran sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi banjir dan penataan kawasan aliran sungai.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan bahwa penertiban akan diawali dari bangunan yang secara langsung berdiri di atas aliran sungai.

Baca Juga:Persib Siap Tempur di Super League dan ACL 2, Bojan Hodak Targetkan Start SempurnaChelsea Serius Incar Garnacho, MU Siap Lepas di Harga Diskon

Sementara itu, rumah-rumah yang berada di sempadan atau bantaran akan ditertibkan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi dan respon masyarakat setempat.

“Yang pertama pasti rumah-rumah yang berada di atas sungai. Untuk yang di bantaran seperti di Panyileukan, kalau ada komplain dari masyarakat dan mengganggu aliran, kami akan tindak. Tapi tetap dengan pendekatan persuasif dan humanis,” ujar Erwin pada Jumat (8/8/2025).

Erwin menegaskan bahwa proses pembongkaran tidak akan dilakukan secara sepihak. Pemkot akan lebih dulu mengajak dialog warga terdampak untuk mencari solusi terbaik.

“Insya Allah, warga akan kami undang dan ajak bicara. Karena bagaimana pun, tinggal di atas sungai itu bukan hak, apalagi jika berdampak pada banjir yang merugikan banyak orang,” tambahnya.

Di wilayah Panyileukan sendiri, Pemkot Bandung akan menjalankan proyek normalisasi sungai yang mencakup pelebaran saluran hingga tiga meter dan pembangunan jalan inspeksi di kedua sisi sungai.

“Selokannya mau dilebarin jadi tiga meter. Nantinya, kiri dan kanan sungai akan ada jalan,” jelas Erwin.

Meski belum merinci jumlah bangunan yang akan dibongkar, Pemkot telah memulai pendataan sejak lima bulan terakhir. Dari hasil sementara, rumah yang berdiri langsung di atas sungai jumlahnya relatif sedikit, namun bangunan di bantaran cukup banyak dan menjadi prioritas untuk ditertibkan.

Baca Juga:Jay Idzes Sepakat Gabung Torino hingga 2029, Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Serie AKebencanaan untuk Semua, Jateng Latih Penyandang Difabel Hadapi Situasi Darurat

Terkait nasib warga terdampak, Pemkot berkomitmen mengedepankan pendekatan kemanusiaan. Erwin menyebut kemungkinan penyediaan tanah pengganti atau bentuk bantuan lain tetap terbuka, tergantung ketersediaan lahan.

“Kami juga prihatin dengan kondisi mereka. Kalau memungkinkan, kami usahakan tanah kerohiman. Tapi kalau tidak ada ya, apa boleh buat,” ujarnya.

0 Komentar