4. Chevrolet Orlando
MPV 7-seater ini memang terlihat menarik dan jarang di jalanan, dengan harga bekas mulai Rp80 jutaan. Namun, seperti Captiva, Orlando memiliki biaya perawatan yang tinggi.
Masalah umum meliputi kerusakan sensor throttle, alternator, dan sistem pendingin. Part orisinalnya mahal dan sulit ditemukan di bengkel umum. Tidak heran banyak pemiliknya menjual mobil ini setelah merasakan biaya servis yang menguras kantong.
5. Hyundai Sonata
Mobil sedan besar ini bisa dibeli dengan harga bekas Rp90–100 jutaan. Fitur lengkap dan kenyamanan berkendara tinggi membuatnya terlihat seperti “mobil sultan harga rakyat”.
Baca Juga:10 Mobil Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Sebaiknya Jangan Dibeli8 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta yang Murah Perawatan
Tapi, Hyundai Sonata punya PR besar di suku cadang. Banyak part harus impor, sehingga harga tinggi dan waktu tunggu lama. Kerusakan pada sistem suspensi atau transmisi otomatisnya bisa menghabiskan jutaan hingga belasan juta rupiah.
6. Nissan X-Trail T30/T31
SUV ini dulu populer karena desain gagah dan kabin lega. Harga bekasnya kini mulai Rp70–90 jutaan.
Sayangnya, gearbox CVT pada model tertentu rentan bermasalah. Jika rusak, biaya perbaikannya bisa lebih dari Rp10 juta. Kaki-kaki juga terkenal lemah, dan harga part orisinal tidak murah.
7. VW Golf Mk5/Mk6
Hatchback legendaris asal Jerman ini menawarkan handling mantap dan desain premium. Harga bekasnya kini sekitar Rp100 jutaan.
Namun, VW Golf terkenal dengan biaya servis tinggi, terutama pada sistem transmisi DSG dan kelistrikan yang rumit. Perbaikan gearbox saja bisa memakan biaya belasan juta. Spare part orisinal sulit didapat di luar dealer resmi.
Membeli mobil bekas memang bisa menjadi pilihan cerdas untuk menghemat budget. Namun, harga murah di awal tidak selalu berarti hemat di akhir. Untuk pembeli pemula dengan dana terbatas, penting untuk:
- Memeriksa riwayat servis mobil
- Memastikan ketersediaan suku cadang
- Menghitung estimasi biaya perawatan jangka panjang
Ingat, mobil murah yang biaya perawatannya mahal justru akan lebih menguras kantong dibanding membeli mobil yang sedikit lebih mahal namun perawatannya terjangkau.
