Cimahi Ubah Situs Bersejarah Jadi Magnet Wisata dan Ekonomi Kreatif

Cimahi Ubah Situs Bersejarah Jadi Magnet Wisata dan Ekonomi Kreatif
Walking Tour Siswa SMA ke Tempat Bersejarah di Cimahi/Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bangunan tua di Cimahi tak lagi sekadar jadi peninggalan masa lalu. Pemerintah kota kini tengah menggarap cara baru untuk “menghidupkan kembali” situs-situs bersejarah dengan menjadikannya pusat edukasi dan daya tarik wisata yang bisa mendongkrak ekonomi lokal.

Alih-alih hanya dirawat dan didokumentasikan, situs-situs ini akan diolah jadi aset budaya yang produktif. Caranya? Lewat kolaborasi lintas sektor: mulai dari komunitas sejarah, akademisi, hingga pelaku industri pariwisata.

Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi, Lucky Sugih Mauludin memandang kolaborasi multipihak sebagai elemen kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan warisan budaya secara berkelanjutan.

Baca Juga:Persib Siap Tempur di Super League dan ACL 2, Bojan Hodak Targetkan Start SempurnaChelsea Serius Incar Garnacho, MU Siap Lepas di Harga Diskon

“Sejumlah bangunan bersejarah yang tersebar di Kota Cimahi antara lain situs peninggalan militer, Rumah Potong Hewan, serta kompleks Markas Militer (Masmil) kini masuk dalam daftar prioritas inventarisasi tim pelestarian budaya,” ujarnya saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (8/8).

Tim ini dibentuk secara khusus guna menjalankan fungsi identifikasi, dokumentasi, serta klasifikasi situs-situs yang memiliki nilai historis signifikan.

“Proses pendataan bukan hanya sebatas pencatatan administratif, namun juga mempertimbangkan potensi pemanfaatan ekonomi yang menyertainya, ujarnya.

Lucky menegaskan, situs-situs bersejarah di Cimahi diharapkan tidak berhenti menjadi objek dokumentasi visual atau sekadar latar swafoto.

Lebih dari itu, lanjut Lucky, lokasi-lokasi tersebut harus mampu tumbuh sebagai pusat edukasi publik sekaligus destinasi wisata bernilai ekonomi.

“Kita ingin situs bersejarah tidak hanya dilihat sebagai objek foto, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan daya tarik wisata yang mampu menggerakkan ekonomi lokal,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Pemerintah Kota Cimahi juga menerapkan mekanisme kajian historis sebelum menerbitkan izin pembangunan di area-area yang terindikasi memiliki nilai sejarah.

Baca Juga:Jay Idzes Sepakat Gabung Torino hingga 2029, Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Serie AKebencanaan untuk Semua, Jateng Latih Penyandang Difabel Hadapi Situasi Darurat

Langkah ini menurutnya bertujuan menyeimbangkan antara kepentingan pembangunan fisik dan upaya pelestarian.

Hal ini untuk memastikan pelestarian dapat berjalan beriringan dengan pemanfaatan ruang,” tambah Lucky.

Ia berharap, program pelestarian ini dapat menghadirkan ruang pembelajaran sejarah yang kontekstual bagi generasi muda, sekaligus membuka peluang baru dalam sektor ekonomi kreatif berbasis budaya.

0 Komentar