Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD Asih Husada Pacu Perubahan Status Jadi BLUD 2025

RSUD Asih Husada Banjar Pacu Transformasi ke BLUD
Direktur RSU Asih Husada Wiwik Nursanti saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (4/8/2025). (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Momentum positif berlanjut di tahun 2024. Target awal Rp2,5 miliar dinaikkan menjadi Rp5,5 miliar melalui anggaran perubahan, dan realisasinya kembali melebihi target menjadi Rp6,8 miliar.

Untuk tahun 2025 ini, target murni sebesar Rp5,5 miliar kemudian direvisi menjadi Rp6,5 miliar. Hingga Juli 2025, realisasi PAD telah mencapai Rp4,1 miliar, menunjukkan progres yang cukup baik menuju target akhir tahun. “Harapannya setelah menjadi BLUD bisa dikelola mandiri,” tegas Wiwik.

Komitmen Pemerintah Kota Banjar dalam mendorong transformasi RSUD Asih Husada ini ditegaskan langsung oleh Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono.

Baca Juga:Polresta Bandung Siap Operasikan SPPG, Layani 3.503 Anak Sekolah di SoreangMenyingkap Peran Tim Martasandy Group dalam Membentuk Siswa Lolos Akademi TNI dan Akpol

“Harapannya, Rumah Sakit Asih Husada bisa menjadi BLUD supaya bisa mandiri dan bisa memberikan pelayanan ke masyarakat makin baik dan terukur,” ujar Sudarsono pada Rabu (30/7/2025).

Ia menekankan pentingnya persiapan sarana dan prasarana yang lebih lengkap sebagai fondasi menuju kemandirian.

“Kita persiapkan dulu agar sarana dan prasarananya bisa lebih lengkap agar ke depan tidak menjadi beban pemerintah,” tambahnya, menyiratkan tujuan jangka panjang mengurangi ketergantungan rumah sakit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, sebagai pembina langsung saat RSUD masih berstatus Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), juga mendukung penuh percepatan proses ini.

Kepala Dinkes, H. Saifuddin, A.KS., M.Kes., mengungkapkan optimisme bahwa target perubahan status menjadi BLUD dapat tercapai sebelum akhir tahun 2025.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah tercapai targetnya menjadi BLUD,” jelas Saifuddin saat dikonfirmasi via telepon pada Selasa (29/7/2025).

Ia mengakui bahwa status UPTD selama ini membatasi fleksibilitas pengelolaan keuangan dan operasional rumah sakit.

Baca Juga:Anak Disabilitas Sulit Cari Kerja, Orang Tua Minta Negara Hadirkan SolusiPrestasi Ganda! 132 Siswa Martasandy Lolos Akademi TNI dan 51 Siswa Lolos AKPOL TA 2025

Namun, Saifuddin juga memberikan catatan realistis terkait masa transisi. Ia menegaskan bahwa kemandirian penuh tidak serta merta terwujud seketika setelah status BLUD disandang. “Status BLUD adalah agar pengelolaannya bisa lebih mandiri, namun selama proses transisi ini, kami masih perlu dukungan dari APBD,” tegasnya.

Ketergantungan pada anggaran daerah dinilai masih krusial untuk memastikan rumah sakit dapat beroperasi secara optimal dan stabil selama masa peralihan menuju pengelolaan yang sepenuhnya mandiri.

0 Komentar