Inovasi Prof Gede Suantika: Trik Budi Daya Ikan Ramah Lingkungan ala ITB

budi daya ikan
Dosen ITB Prof. Dr. Gede Suantika, S.Si., M.Si., menawarkan solusi cerdas untuk budi daya ikan yang ramah lingkungan yang mampu mencegah polusi.
0 Komentar

BANDUNG – Budi daya ikan kerap menjadi penyebab pencemaran lingkungan akibat limbah air yang langsung dibuang ke sungai atau laut. Namun, inovasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menawarkan solusi cerdas untuk menjawab tantangan ini.

Prof. Dr. Gede Suantika, S.Si., M.Si., dosen ITB, mengembangkan teknologi budi daya ikan ramah lingkungan yang mampu mencegah polusi dan mendukung keberlanjutan. Dalam wawancara eksklusif, Prof. Gede menjelaskan bahwa kunci teknologi ini adalah pengelolaan limbah budi daya secara efektif.

“Polutan dari budidaya, seperti kotoran ikan, biasanya langsung mengalir ke lingkungan, merusak sungai atau laut yang tadinya bersih. Kami menyaring partikel-partikel kecil yang tidak terlarut dan membersihkan racun dari air sebelum dibuang,” ujarnya.

Baca Juga:ITB Bekali Purnabakti Keterampilan Bioteknologi Mikroba untuk Masa DepanKebijakan Ugal-ugalan KDM: Ramai-Ramai Tantang Rombel 50 Siswa

Lebih lanjut, ia memperkenalkan sistem closed loop atau sirkulasi tertutup. “Air tidak langsung dibuang, melainkan digunakan kembali setelah diproses. Jadi, tidak ada limbah yang mencemari lingkungan alami,” tambahnya.

Teknologi ini dikembangkan Prof. Gede sejak menempuh studi S3 di Belgia dan kini telah diadopsi di berbagai tempat, termasuk di Cianjur dan Garut.

Menurut Prof. Gede, teknologi ini telah terbukti dapat diterapkan di masyarakat, baik skala kecil maupun industri. “Untuk skala industri, kami sudah menginstal sistem ini di Arab Saudi dan Maroko melalui kerja sama dengan perusahaan Swiss dan di dalam negeri seperti cianjur dan garut yang melibatkan pakar dari ITB,” ungkapnya.

Namun, sistem ini bukanlah barang jadi yang bisa dibeli di toko. “Harus dipesan khusus karena kebutuhan setiap lahan dan air berbeda-beda. Ini bukan seperti membeli sepeda motor dengan spesifikasi standar,” jelasnya.

Meski begitu, teknologi ini dirancang agar hemat biaya dan tidak bergantung pada komponen impor. “Kami kembangkan teknologi ini di Indonesia agar cost-effective dan bisa diproduksi lokal. Ini yang membuatnya terjangkau,” tegas Prof. Gede.

Mendorong Keberlanjutan di Indonesia

Inovasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menghasilkan teknologi ramah lingkungan tanpa ketergantungan pada pihak asing. Dengan sistem ini, budi daya ikan tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. “Kami ingin teknologi ini menjadi solusi yang relevan dan berkelanjutan untuk Indonesia,” tutup Prof. Gede.

0 Komentar