Harga Mobil Listrik Bekas Bisa Anjlok Drastis, Ini Penyebabnya

Harga Mobil Listrik Bekas Bisa Anjlok Drastis
Harga Mobil Listrik Bekas Bisa Anjlok Drastis
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bagi kebanyakan orang, membeli mobil listrik bukanlah keputusan yang bisa diambil secara sembarangan. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan terlebih dahulu. Misalnya, seberapa awet mobil tersebut, apakah suku cadangnya mudah ditemukan, baik yang orisinal maupun yang aftermarket, serta apakah ada bengkel yang bisa menangani perawatan mobil di sekitar tempat tinggal.

Perawatan yang praktis juga menjadi faktor penting agar tidak merepotkan di kemudian hari. Yang terpenting, pastikan ada bengkel umum yang mampu menangani permasalahan mendadak pada mobil. Jika semua kriteria tersebut sudah terpenuhi, maka keputusan untuk membeli mobil impian tentu terasa jauh lebih meyakinkan.

Namun, bagi sebagian orang yang cenderung berpikir terlalu jauh atau overthinking, pertimbangan belum berhenti di situ saja. Mereka juga memikirkan hal lain seperti bagaimana nilai jual kembali mobil tersebut di masa mendatang. Hal ini sangat wajar, terutama bagi kalangan menengah. Tidak sedikit yang khawatir ketika membeli mobil seharga Rp300 juta, namun lima tahun kemudian nilainya hanya tersisa sepertiganya, yaitu sekitar Rp70–100 jutaan. Tentu saja hal tersebut bisa terasa sangat menyakitkan.

Baca Juga:7 HP Infinix Terbaik 2025 dengan Spesifikasi Tinggi dan Harga Terjangkau10 Fitur Baru iOS 26 Keren Ini Wajib Dicoba Pengguna iPhone di 2025

Oleh karena itu, agar tidak menyesal di kemudian hari, banyak orang akhirnya lebih memilih mobil-mobil yang sudah terbukti populer dan memiliki pasar second yang stabil. Mobil-mobil seperti ini umumnya lebih aman karena harganya tidak mengalami penurunan drastis dan tetap diminati ketika hendak dijual kembali.

Tidak perlu jauh-jauh, contohnya adalah Honda Jazz atau Toyota Avanza. Kedua model ini dikenal memiliki nilai jual kembali yang relatif stabil. Depresiasi harga per tahunnya bahkan hanya sekitar 10%, dan bisa lebih kecil lagi jika model tersebut sangat laris di pasaran.

Apa rahasianya? Semua kembali pada prinsip dasar supply and demand. Karena peminatnya tinggi, harga bekasnya pun tidak mudah jatuh. Penjual bisa lebih percaya diri mempertahankan harga, sementara pembeli mobil bekas juga merasa lebih aman karena pasarnya luas dan ketersediaan suku cadangnya melimpah.

Namun, ada satu jenis mobil yang nilainya sangat sulit diprediksi, seperti harga saham. Minggu ini mungkin masih tinggi, tapi minggu berikutnya bisa saja anjlok tajam. Bahkan banyak dealer mobil bekas yang enggan menerimanya karena kesulitan menjual kembali. Ya, jenis mobil yang dimaksud adalah mobil listrik.

0 Komentar