Harga Mobil Listrik Bekas Bisa Anjlok Drastis, Ini Penyebabnya

Harga Mobil Listrik Bekas Bisa Anjlok Drastis
Harga Mobil Listrik Bekas Bisa Anjlok Drastis
0 Komentar

Mobil ini bukan hanya ramah di kantong, tetapi juga menjadi simbol gaya hidup ramah lingkungan (eco-friendly). Desainnya yang mungil dan menarik, mirip seperti “marshmallow on wheels”, serta pilihan warna yang cerah membuatnya menjadi favorit, terutama di kalangan ibu rumah tangga. Dari mengantar anak sekolah hingga belanja bulanan, semua aktivitas terasa lebih bergaya dengan kendaraan ini.

Kombinasi antara harga terjangkau, bentuk menggemaskan, serta semangat go green menjadikan Wuling Air EV sebagai raja di pasar mobil listrik Indonesia. Kesuksesan ini pun mendorong produsen lain untuk ikut bersaing. Hyundai, misalnya, kembali hadir dengan IONIQ, mobil listrik kelas atas dengan spesifikasi yang lebih canggih.

Meskipun dirilis di tahun yang sama, popularitas Wuling Air EV masih belum tertandingi. Meskipun Hyundai Ioniq 5 hadir dengan fitur lebih premium, Wuling Air EV lebih dahulu mencuri hati masyarakat Indonesia. Namun, baru dua tahun berlalu sejak euforia mobil listrik mencuat, kini tren tersebut tampak meredup seketika, seolah terserang “virus viral” yang cepat menghilang.

Baca Juga:7 HP Infinix Terbaik 2025 dengan Spesifikasi Tinggi dan Harga Terjangkau10 Fitur Baru iOS 26 Keren Ini Wajib Dicoba Pengguna iPhone di 2025

Padahal, infrastruktur pendukung sudah jauh lebih siap. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) kini tersedia di berbagai lokasi, mulai dari rest area jalan tol hingga titik-titik kecil di perkotaan. Artinya, mobil listrik saat ini sebenarnya sudah cukup layak digunakan untuk perjalanan jarak jauh, bukan hanya sekadar berkeliling kota.

Lalu, mengapa harga mobil listrik bekas bisa terjun bebas?

Mari kita ambil contoh Wuling Air EV. Saat pertama dirilis pada tahun 2022, harga barunya berkisar antara Rp238 juta hingga Rp300 jutaan. Namun kini, di tahun 2025, harga mobil bekasnya hanya berada di kisaran Rp150 jutaan, bahkan sebelum proses negosiasi. Artinya, nilai mobil tersebut telah turun lebih dari 40%.

Untuk mobil listrik kelas atas, kondisinya tidak jauh berbeda. Hyundai Ioniq 5, saat diluncurkan, dibanderol antara Rp718 juta hingga Rp759 juta, tergantung varian baterainya. Namun belum genap dua tahun, harga bekasnya telah jatuh ke kisaran Rp400 jutaan, turun hampir Rp300 juta, dan harga itu pun masih berpotensi terus menurun.

0 Komentar