Terlepas dari mereknya, begitu statusnya berubah menjadi mobil bekas, harga mobil listrik umumnya langsung turun drastis. Pasar bekasnya masih belum stabil, dan itulah tantangan terbesar bagi calon pembeli yang mempertimbangkan mobil listrik sebagai investasi jangka panjang.
Penyebab Harga Jual Mobil Bekas Sangat Anjlok
Harga mobil listrik bekas yang anjlok tajam bukanlah tanpa alasan. Fenomena ini berakar dari berbagai faktor, baik historis maupun teknis.
Mobil listrik sebenarnya sudah hadir di Indonesia sejak sekitar tahun 2012, termasuk beberapa versi rakitan lokal. Namun, saat itu pasar Indonesia belum menunjukkan ketertarikan yang signifikan. Mobil listrik nyaris tenggelam tanpa gaung, karena minimnya dukungan infrastruktur dan respons pasar yang dingin.
Baca Juga:7 HP Infinix Terbaik 2025 dengan Spesifikasi Tinggi dan Harga Terjangkau10 Fitur Baru iOS 26 Keren Ini Wajib Dicoba Pengguna iPhone di 2025
Situasi mulai berubah ketika Hyundai meluncurkan Kona Electric pada sekitar tahun 2020. Mobil ini sempat menimbulkan hype di kalangan pecinta otomotif. Sayangnya, euforia tersebut tidak bertahan lama.
Salah satu penyebabnya adalah perkembangan teknologi mobil listrik yang berlangsung sangat cepat. Ketika teknologi baru hadir dalam waktu singkat, model lama akan dengan mudah terasa ketinggalan zaman. Selain itu, harga mobil listrik saat itu tergolong sangat mahal, sementara manfaatnya dianggap belum sepadan. Banyak konsumen mempertanyakan nilai dari mengeluarkan dana hingga Rp500 juta hanya untuk kendaraan yang jarak tempuhnya terbatas dan infrastruktur pengisian daya yang masih sangat terbatas.
Perumpamaannya seperti membeli ponsel flagship dengan garansi internasional, namun sinyalnya sering hilang, tidak praktis dan penuh ketidakpastian. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang masih sangat jarang membuat mobil listrik pada masa itu lebih cocok digunakan hanya untuk aktivitas ringan di dalam kota.
Tidak heran jika hanya segelintir orang yang berani membeli mobil listrik di awal kemunculannya.
Namun, peta persaingan berubah drastis pada tahun 2022, ketika produsen asal Tiongkok meluncurkan Wuling Air EV, mobil listrik yang terjangkau dan langsung menarik perhatian pasar. Wuling Air EV berhasil memecah stigma bahwa mobil listrik itu mahal. Kehadirannya membuat banyak orang mengalami FOMO (fear of missing out) dan tertarik memiliki mobil listrik untuk pertama kalinya.
