JABAR EKSPRES – Aksi pengibaran bendera bajak laut ala anime One Piece di bawah bendera Merah Putih yang marak di media sosial jelang HUT ke-80 RI dinilai sebagai bentuk ekspresi masyarakat terhadap ketidakadilan.
Pengamat politik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Cimahi, Arlan Siddha, menyebut fenomena ini mencerminkan keresahan publik terhadap kondisi hukum dan pemerintahan saat ini.
“Ada sebuah bukan ketidakpercayaan sih, tetapi lebih kepada terkait dengan rasa adil. Secara filosofi One Piece ini kan bagaimana menyuarakan ada ketidakadilan di sebuah negara,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (3/8/2025).
Baca Juga:Ledakan Sampah Lukai Warga Cimahi, Lurah Dorong Edukasi Pengelolaan Limbah Rumah TanggaRamon Tanque : Mesin Serangan yang Dikhawatirkan Menepi Saat Liga Dimulai
Ia menambahkan, fenomena pengibaran bendera bajak laut di bawah bendera merah putih merupakan fenomena cukup menarik dan perlu respons pemerintah.
“Karena bagaimana pun ada beberapa bagian masyarakat yang merasa belum berubah dan merasa diperlakukan secara tidak adil,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, salah satunya adalah terkait proses hukum terhadap kasus dugaan korupsi yang menimpa Tom Lembong. Hal tersebut berkaitan erat dengan kepercayaan masyarakat terkait kepastian hukum.
“Pemerintah harus benar-benar bekerja memberikan rasa percaya dan kepastian terhadap hukum, keadilan dan sebagainya. Walaupun itu kemarin sempat menjadi sesuatu yang mahal di negara kita,” katanya.
“Walaupun hari ini pak Prabowo membebaskan Tom Lembong misalnya. Kemarin berbicara terkait bagaimana hukum diberikan kepada Tom Lembong membuat orang sekelas Tom Lembong bisa seperti itu apalagi masyarakat,” imbuhnya.
Lebih jauh dari itu, dengan kondisi tersebut pemerintah harus dapat memberikan jaminan kepada masyarakat terkait dengan rasa adil yang diberikan.
“Apa yang harus direspons ya itu kemudian diberikan kepastian rasa adil kepada masyarakat,” katanya.
Baca Juga:Magis! Wiliam Bawa Persib Menang atas Western Sydney WanderersLaser Vision Correction Makin Diminati, Klinik Prime Hadirkan Teknologi SmilePro Pertama di Jabar
Ia menilai fenomena ini wajar di tengah sistem demokrasi, selama tidak melecehkan simbol negara. Arlan mengutip pemikiran almarhum Gus Dur yang membolehkan pengibaran bendera apapun selama tidak lebih tinggi dari Merah Putih.
“Selama masih menghormati bendera nasional, ekspresi seperti ini sah saja dalam demokrasi,” katanya.
“Jadi artinya menurut saya fenomena One Piece ini kan sesuatu yang bersifat spontan artinya dalam konteks demokrasi orang berekspresi menyuarakan apa yang dia rasakan apa itu dalam bentuk ketidakadilan atau apapun, mereka mengekspresikan melalui bendera One Piece,” sambungnya.
