JABAR EKSPRES – Uni Emirat Arab (UEA) bersama Yordania memimpin misi pengiriman bantuan kemanusiaan lintas negara ke Jalur Gaza melalui jalur udara pada Jumat (1/7). Misi ini turut melibatkan dukungan dari beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol.
Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri UEA, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri UEA, Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, telah melakukan komunikasi via telepon dengan Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, guna membahas situasi kemanusiaan yang semakin buruk di Gaza dan memperkuat koordinasi bantuan lintas negara.
Sheikh Abdullah menyampaikan bahwa di bawah arahan Presiden UEA, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, negaranya tetap berkomitmen memimpin upaya global untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Palestina di Gaza, melalui darat, laut, dan udara.
Baca Juga:Naomi Osaka Tembus 16 Besar WTA 1000 Montreal Usai Kalahkan Jelena OstapenkoMenteri P2MI Dorong Peningkatan Keterampilan Calon Pekerja Migran untuk Tembus Pasar Eropa
Ia menyebutkan bahwa operasi pengiriman bantuan lewat udara yang ke-59 telah terlaksana pada hari Jumat, dipimpin oleh UEA dan Yordania, didukung oleh tujuh pesawat dari negara-negara Eropa tersebut.
Ia menggambarkan operasi ini sebagai contoh nyata kerja sama internasional yang efektif dalam merespons situasi darurat kemanusiaan. Militer Israel pun telah mengizinkan sejumlah negara asing untuk menjatuhkan bantuan melalui udara ke wilayah Gaza yang terkepung.
Namun demikian, metode pengiriman bantuan dengan cara dijatuhkan dari udara menuai kritik. Sebelumnya, beberapa bantuan yang diterjunkan sempat menimpa warga sipil dan menyebabkan korban jiwa.
Bahkan, sebagian bantuan mendarat di laut, memaksa warga Gaza yang kelaparan berlarian ke pantai demi menjangkaunya.
Metode ini semakin disorot karena krisis kelaparan di Gaza terus memburuk. Program Pangan Dunia (WFP) PBB baru-baru ini memperingatkan bahwa sepertiga penduduk Gaza tidak mendapatkan akses makanan selama beberapa hari berturut-turut karena pengepungan ketat dari Israel.
WFP juga memperkirakan bahwa satu dari empat warga Palestina di Gaza kini mengalami kondisi yang mendekati kelaparan, dengan sekitar 100.000 perempuan dan anak-anak menderita malnutrisi akut.
Israel telah memberlakukan blokade terhadap Jalur Gaza selama lebih dari 18 tahun. Sejak 2 Maret lalu, Israel menutup semua jalur perlintasan perbatasan, yang memperparah kesulitan distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
