JABAR EKSPRES – Ajang tahunan Pasar Kreatif Kota Bandung kembali digelar dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tahun 2025 ini, kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-215 tersebut menghadirkan format yang lebih meriah dengan bertambahnya jumlah pusat perbelanjaan atau mal yang menjadi lokasi acara.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan bahwa tahun ini delapan mall turut ambil bagian dalam menyukseskan event ini, meningkat dari enam mal pada tahun sebelumnya.
Baca Juga:Harga Beras di Jabar Naik Lagi, Pemerintah Malah Minta Warga Tak PanikHanya 28 Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Selama Januari–Juli, Dinkes: Masyarakat Sudah Lebih Tahan
“Alhamdulillah, tahun ini kita mendapatkan dukungan dari dua mal baru, yaitu Botanical Mall dan Summarecon Mall. Rangkaian kegiatan Pasar Kreatif 2025 akan dimulai pada tanggal 8 Agustus di Botanical Mall yang berlokasi di Jalan Pasir Kaliki dan akan berlangsung hingga 5 Oktober 2025,” ujar Ronny saat ditemui pada Jumat (1/8/2025).
Konsep pelaksanaan tetap mengusung pola bergilir, di mana setiap mal akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan selama kurang lebih 10 hari tanpa jeda antar lokasi, sehingga menciptakan kesinambungan promosi dan interaksi antara pelaku UMKM dan konsumen.
Lebih dari 340 pelaku usaha lokal dari berbagai sektor akan ambil bagian dalam acara ini. Tiga kategori utama yang ditampilkan antara lain fashion, kerajinan tangan (craft), serta kuliner kemasan.
Menurut Ronny, produk makanan yang ditampilkan lebih difokuskan pada jenis siap saji atau yang dapat dijadikan oleh-oleh khas Bandung agar lebih menarik bagi wisatawan dan pengunjung mal.
“Konsep dasarnya masih seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi dengan cakupan lokasi yang lebih luas, kami berharap daya jangkau dan nilai transaksi juga bisa meningkat. Ini menjadi peluang besar untuk memperkenalkan lebih banyak produk kreatif hasil karya warga Bandung,” tambahnya.
Pasar Kreatif tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga sebagai salah satu strategi Disdagin dalam mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
Meskipun Ronny tidak menyebutkan target omzet secara spesifik, ia menyampaikan optimisme bahwa pendapatan UMKM tahun ini akan melampaui capaian tahun sebelumnya, terutama dengan penambahan lokasi strategis yang tersebar di delapan pusat perbelanjaan.
